Kultum Subuh di Masjid AL-Furqon PCM Tengahtani Cirebon: Jangan Memutus Hubungan Sesama Muslim

·

Editor:

|

⏱

4 menit

|

📋

Dibaca: 33 x

MASJID Al-Furqon PCM Tengahtani Cirebon kembali menggelar kegiatan Kultum Subuh pada Jumat pagi, 2 Oktober 2026. Kegiatan ini diisi oleh Ustadz Drs. H. Saefuddin, MM., dengan tema yang sangat relevan bagi kehidupan bermasyarakat, yaitu “Jangan Memutus Hubungan Sesama Muslim”. Kultum kali ini membedah hadis nomor 414 dalam kitab Al-Adabul Mufrad karya Imam Al-Bukhari.

Dalam ceramahnya, Ustadz Saefuddin mengawali dengan mengingatkan pentingnya meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)

Beliau juga membacakan ayat lain yang menegaskan pentingnya menjaga hubungan persaudaraan:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisa: 1)

Hadis Utama: Larangan Mendiamkan Sesama Muslim Lebih dari Tiga Hari

Inti dari kultum ini adalah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَحِلُّ لِرَجُلٍ أَنْ يَهْجُرَ مُؤْمِنًا فَوْقَ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ، فَإِذَا مَرَّتْ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ فَلْيَلْقَهُ فَلْيُسَلِّمْ عَلَيْهِ، فَإِنْ رَدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ فَقَدِ اشْتَرَكَا فِي الْأَجْرِ، وَإِنْ لَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ فَقَدْ بَرِئَ الْمُسْلِمُ مِنَ الْهِجْرَةِ

“Tidak halal bagi seorang Muslim mendiamkan seorang mukmin lebih dari tiga hari. Apabila telah berlalu tiga hari, hendaklah ia menemuinya dan mengucapkan salam kepadanya. Jika orang tersebut menjawab salamnya, maka keduanya mendapatkan pahala. Jika ia tidak menjawab salam, maka orang yang mengucapkan salam telah terbebas dari dosa memutus hubungan.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 414)

Hadis ini terdapat dalam bab:

بَابُ إِنَّ السَّلَامَ يُجْزِئُ مِنَ الصَّرْمِ

“Bab: Sesungguhnya salam dapat menjadi jalan untuk mengakhiri pemutusan hubungan.”

Pelajaran Penting dari Kultum

Dalam pemaparannya, Ustadz Saefuddin menyampaikan beberapa poin utama yang dapat diambil dari hadis tersebut:

  1. Manusia memang bisa berselisih – Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam kehidupan keluarga, tetangga, tempat kerja, maupun antarjamaah. Namun, yang menjadi persoalan bukanlah adanya perselisihan, melainkan bagaimana menyelesaikannya agar tidak berlarut menjadi permusuhan.
  2. Jangan mendiamkan saudara lebih dari tiga hari – Islam tidak melarang seseorang untuk marah, tetapi kemarahan tidak boleh dibiarkan menjadi kebencian dan dendam yang merusak silaturahmi.
  3. Siapa yang harus memulai? – Rasulullah ﷺ mengajarkan agar kita menjadi orang pertama yang memulai perdamaian, tanpa menunggu pihak lain meminta maaf. Mengalah bukan berarti kalah, tetapi bentuk kemenangan melawan ego.
  4. Salam adalah pintu perdamaian – Ucapan “Assalamu’alaikum” yang sederhana memiliki makna besar: keinginan untuk tidak bermusuhan dan menjaga persaudaraan karena Allah.
  5. Jika salam dijawab, keduanya mendapat pahala – Sebagaimana sabda Nabi ﷺ: “Jika ia menjawab salam, maka keduanya mendapatkan pahala.” Jangan lewatkan kesempatan pahala ini hanya karena gengsi.
  6. Jika salam tidak dijawab? – “Jika ia tidak menjawab salam, maka orang yang mengucapkan salam telah terbebas dari dosa memutus hubungan.” Tugas kita adalah berusaha, hasilnya kita serahkan kepada Allah.

Ajakan untuk Memperbaiki Hubungan

Di akhir kultum, Ustadz Saefuddin mengajak seluruh jamaah untuk merenungkan kembali hubungan sosial yang mungkin selama ini renggang. Beliau mengajukan beberapa pertanyaan reflektif:

  • “Adakah orang yang perlu saya sapa kembali?”
  • “Adakah orang yang perlu saya maafkan?”
  • “Adakah orang yang perlu saya mintai maaf?”

Jika ada, jangan menunggu terlalu lama. Mulailah dengan salam, karena terkadang yang dibutuhkan untuk mengakhiri permusuhan bukanlah perdebatan panjang, melainkan kerendahan hati untuk berkata, “Assalamu’alaikum, mari kita perbaiki hubungan kita.”

Penutup

Kultum Subuh ini ditutup dengan doa yang penuh makna:

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ

“Ya Allah, perbaikilah hubungan di antara kami, satukanlah hati kami, dan tunjukilah kami jalan-jalan keselamatan.”

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Kegiatan Kultum Subuh di Masjid Al-Furqon PCM Tengahtani Cirebon ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan menciptakan masyarakat yang rukun, saling menghormati, serta saling menolong dalam kebaikan. (*)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 responses to “Kultum Subuh di Masjid AL-Furqon PCM Tengahtani Cirebon: Jangan Memutus Hubungan Sesama Muslim”

  1. Avatar Uung Qurochtul'ain
    Uung Qurochtul’ain

    Pencerahan yg mencerahkan semoga sesama muslim / mukmin mempunyai kesadaran yg tinggi untuk saling menahan amarah sehingga tidak terjadi konflik karena ego pribadi, salam silaturahmi.

  2. Avatar Uung Qurochtul'ain
    Uung Qurochtul’ain

    Pencerahan yg mencerahkan sesama muslim dapat menahan marah sehingga tidak berselisih paham, syukron pak Ustadz jazakalloh khoyr