Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Cirebon menggelar pengajian bertema “Kepemimpinan Perempuan dalam Pembangunan Demokrasi” pada 18 Oktober 2026. Kegiatan yang bertempat di Masjid Santun Muhammadiyah ini menghadirkan Ketua Bawaslu Kota Cirebon, Devi Siti Sihatul Afiah, S.Pd.I., M.Pd., S.H., M.H., sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Devi mengajak peserta melihat hubungan antara keterlibatan perempuan dan proses pembentukan kebijakan publik. Keterwakilan tidak hanya menyangkut jumlah perempuan di lembaga politik. Akses terhadap pendidikan politik, kesempatan memimpin, ruang advokasi, dan partisipasi yang bermakna juga menjadi bagian penting.
Narasumber mengangkat sejumlah hambatan yang dapat membatasi partisipasi perempuan, antara lain:
- stereotip gender,
- budaya patriarki,
- keterbatasan akses dan sumber daya,
- beban ganda,
- serta kekerasan atau intimidasi.
Karena itu, kesempatan formal perlu disertai penguatan kapasitas, dukungan lingkungan, dan jejaring yang membuka ruang bagi perempuan untuk menyampaikan aspirasi serta ikut memengaruhi keputusan.
Pembahasan juga menyoroti perlunya membaca kondisi Kota Cirebon berdasarkan data. Diusulkan agar keterwakilan perempuan di lembaga politik dan lembaga publik dipetakan, termasuk untuk menilai capaian angka 30 persen pada konteks yang relevan. Angka tersebut perlu diperiksa melalui data lembaga dan tingkat pemerintahan yang sesuai, bukan diasumsikan telah tercapai atau belum tercapai.

Menyikapi pembahasan pada kegiatan ini, berikut adalah rekomendasi yang dirumuskan sebagai tiga arah tindak lanjut bagi PDA Kota Cirebon:
- memperkuat pendidikan demokrasi bagi perempuan,
- membangun ruang advokasi, dan
- mengembangkan wadah konsolidasi lintas organisasi.
Kolaborasi antarmajelis serta kemitraan dengan lembaga negara, pemerintah daerah, organisasi perempuan, dan media dapat membantu menerjemahkan gagasan tersebut menjadi program yang terarah.
Pengajian ini mengajak warga ‘Aisyiyah memperluas partisipasi perempuan dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan daerah. Langkah berikutnya ialah mengolah rekomendasi menjadi kegiatan berkelanjutan yang sesuai kebutuhan warga dan didukung data.

Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi Majelis Tabligh dan Ketarjihan, Majelis Hukum dan HAM, serta Majelis Kesehatan PD ‘Aisyiyah Kota Cirebon. Sebelum kegiatan diadakan pemeriksaan tekanan darah dan penimbangan berat badan bagi para peserta kajian.

Kontributor:
Nurzini Fazilet
PD ‘Aisyiyah Kota Cirebon
Tim Media Muhammadiyah Kota Cirebon


Kirim Tanggapan