Muhammadiyah Kota Cirebon

—

Informasi layanan publik, kabar, tuntunan, dan wawasan Islam Berkemajuan

Pengajian Malam Sabtu di Masjid Al-Furqon Tengahtani, Ustadz Novan Paparkan Peran Masjid dalam Membangun Peradaban Bangsa

·

Editor:

|

⏱

2 menit

|

📋

no views

MASJID Al-Furqon, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tengahtani, Kabupaten Cirebon, menggelar pengajian rutin malam Sabtu pada Jumat malam ini (30/10). Bertindak selaku penceramah, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Cirebon, Ustadz Novan Hardiyanto, M.M., menyampaikan materi bertema “Membangun Peradaban Bangsa” di hadapan jamaah yang hadir dengan penuh antusias.

Dalam paparannya, Ustadz Novan menegaskan bahwa pusat peradaban pada zaman Nabi Muhammad ﷺ adalah masjid. Masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan jantung kehidupan umat—tempat pendidikan, musyawarah, hingga pengambilan keputusan strategis. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan firman Allah dalam Surah At-Taubah ayat 18:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ
Innamā ya’muru masājida Allāhi man āmana billāhi wal-yaumil-ākhiri wa aqāmaṣ-ṣalāta wa ātaz-zakāta wa lam yakhsya illā Allāh
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut kepada siapa pun selain Allah.” (QS. At-Taubah: 18)

Khatib menjelaskan bahwa ayat ini menjadi landasan teologis bahwa kemakmuran masjid lahir dari iman yang kokoh, ibadah yang konsisten, kepedulian sosial melalui zakat, serta keberanian moral untuk tidak takut kepada selain Allah. “Jika masjid makmur, maka peradaban akan tumbuh dari akar yang kuat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ustadz Novan mengutip hadis Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
Innamā bu’itstu li-utammima makārimal akhlāq
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)

Menurutnya, hadis ini menegaskan bahwa inti dari risalah kenabian adalah pembentukan karakter mulia. “Peradaban bangsa tidak dibangun dengan infrastruktur semata, tetapi dengan akhlak yang mulia. Masjid harus menjadi laboratorium akhlak, tempat umat ditempa menjadi pribadi yang jujur, adil, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Ketua PDM Kabupaten Cirebon itu juga mengajak jamaah untuk merefleksikan peran masjid dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap Masjid Al-Furqon dan masjid-masjid lain di bawah naungan Muhammadiyah terus meningkatkan fungsi pembinaan umat, baik melalui kajian rutin, pendidikan anak, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.

Pengajian rutin malam Sabtu ini berlangsung khidmat dan interaktif. Jamaah menyimak dengan saksama, sesekali mengangguk dan mencatat poin-poin penting yang disampaikan penceramah. Acara ditutup dengan doa dan ramah tamah. (*)

Peliput : Saefudin




Kirim Tanggapan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses