Muhammadiyah Kota Cirebon

—

Informasi layanan publik, kabar, tuntunan, dan wawasan Islam Berkemajuan

98 Persen PDM Telah Aktif di SatuMu, Muhammadiyah Luncurkan SatuMu Awards 2026

·

Editor:

|

⏱

5 menit

|

📋

Dibaca: 0 x

Program yang digagas MPI PP Muhammadiyah melalui LabMu ini menjadi upaya mempercepat transformasi digital hingga tingkat cabang dan ranting, sekaligus memperkuat tata kelola organisasi berbasis data.

Yogyakarta, 29 Oktober 2026 – Sebanyak 98 persen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) di seluruh Indonesia telah aktif menggunakan SatuMu. Capaian ini menjadi salah satu perkembangan penting dalam perjalanan transformasi digital Muhammadiyah yang kini terus diperluas hingga tingkat cabang dan ranting.

Untuk mengakselerasi upaya tersebut, Muhammadiyah meluncurkan SatuMu Awards 2026, sebuah program apresiasi sekaligus penggerak transformasi digital yang melibatkan seluruh jenjang organisasi, mulai dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), hingga Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM).

Program ini diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui LabMu, sebagai bagian dari inisiatif Satu Data Muhammadiyah yang telah disosialisasikan sejak November 2025. Mengusung semangat “Satu Data, Satu Tekad Meneguhkan Kiprah Abad Kedua Muhammadiyah”, program ini diarahkan untuk memperkuat tata kelola organisasi melalui integrasi data, pemanfaatan teknologi digital, dan peningkatan konektivitas antarstruktur Persyarikatan.

SatuMu merupakan platform ekosistem data dan layanan digital terintegrasi yang mendukung keterhubungan antarjenjang organisasi Muhammadiyah. Ekosistem ini juga terhubung dengan aplikasi Muhammadiyah Asia Super App (MASA) dan pengembangan identitas digital anggota melalui elektronik Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (e-KTAM).

Ketua MPI Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Muchlas, M.T., menegaskan bahwa SatuMu Awards bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan bagian dari gerakan bersama untuk membangun budaya organisasi yang lebih modern dan berbasis data.

“SatuMu Award bukan sekadar kegiatan pemberian penghargaan, melainkan gerakan bersama untuk membangun budaya tata kelola organisasi yang semakin modern, profesional, dan berbasis data,” ujarnya.

Perluasan aktivasi hingga tingkat cabang dan ranting

Berdasarkan data per 26 Oktober 2026, perkembangan aktivasi SatuMu telah menjangkau sebagian besar struktur organisasi Muhammadiyah di Indonesia. Tercatat sebanyak 474 dari 483 PDM atau 98 persen telah aktif. Di tingkat PCM, sebanyak 3.115 dari 4.351 organisasi atau 72 persen telah aktif. Sementara itu, di tingkat PRM, aktivasi telah mencapai 7.585 dari 17.130 organisasi atau 44 persen. Selain itu, sebanyak 84.084 e-KTAM telah tercatat di seluruh Indonesia.

Capaian tersebut menunjukkan perkembangan adopsi ekosistem digital Muhammadiyah di berbagai tingkatan organisasi. Namun, perluasan aktivasi hingga tingkat cabang dan ranting, peningkatan kualitas data organisasi, serta pertumbuhan kepemilikan e-KTAM masih menjadi pekerjaan bersama yang perlu terus diperkuat.

Dr. Muchlas menekankan bahwa transformasi digital Muhammadiyah harus melampaui pembangunan aplikasi dan pengumpulan data.

“Transformasi digital Muhammadiyah tidak boleh berhenti pada keberhasilan membangun aplikasi atau mengumpulkan data. Kita harus bergerak lebih jauh, dari sekadar digitalisasi administrasi menuju transformasi tata kelola organisasi,” katanya.

Menurutnya, SatuMu Awards menjadi bentuk pengakuan atas kerja kolektif seluruh pimpinan dan penggerak digitalisasi Muhammadiyah.

“Penghargaan ini bukan semata-mata untuk menentukan siapa yang terbaik atau siapa yang paling cepat,” kata Dr. Muchlas. Ia menegaskan bahwa program ini juga merupakan bentuk apresiasi terhadap dedikasi, kolaborasi, dan upaya organisasi dalam mendorong perubahan secara berkelanjutan.

Tujuh kategori penghargaan

SatuMu Awards 2026 menghadirkan tujuh kategori penghargaan yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu Main Awards dan Special Awards.

Kelompok Main Awards terdiri atas empat kategori:

  1. SatuMu Activation Excellence, apresiasi bagi PWM dan PDM dengan capaian aktivasi SatuMu terbaik sesuai klasifikasi skala organisasi.
  2. SatuMu Mentor Award, penghargaan bagi PWM dengan tim pendamping yang solid, aktif, dan konsisten menggerakkan aktivasi SatuMu di struktur organisasi bawahannya.
  3. SatuMu DOM Acceleration Award, apresiasi bagi PWM dan PDM dengan progres terbaik dalam melengkapi profil serta dokumen organisasi pada Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM).
  4. SatuMu e-KTAM Excellence Award, penghargaan bagi PCM dengan jumlah kepemilikan e-KTAM terbanyak.

Sementara itu, kelompok Special Awards menghadirkan tiga kategori yang mendorong kreativitas, keterlibatan pimpinan, dan pemanfaatan media digital:

  1. SatuMu X MASA in Action Award, apresiasi bagi PWM dan PDM yang menunjukkan keterlibatan nyata pimpinan dalam mengawal aktivasi SatuMu, penggunaan MASA, dan migrasi e-KTAM.
  2. SatuMu Innovation Award, penghargaan bagi tim SatuMu PDM yang menghadirkan gerakan, metode sosialisasi, dan inovasi kreatif untuk mempercepat aktivasi SatuMu serta kepemilikan e-KTAM.
  3. SatuMu Digital Impact, apresiasi bagi PDM yang aktif dan kreatif memanfaatkan media sosial untuk menyosialisasikan SatuMu dan MASA.

Melalui kategori tersebut, penilaian tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga mempertimbangkan konsistensi pertumbuhan, efektivitas pendampingan, kreativitas program, serta keterlibatan organisasi dalam menggerakkan transformasi digital.

Penilaian berbasis data dan keberlanjutan

Untuk memastikan proses yang objektif dan akuntabel, penilaian SatuMu Awards 2026 menggunakan indikator terukur sesuai masing-masing kategori. Indikator tersebut mencakup persentase aktivasi organisasi, kecepatan pencapaian, konsistensi pertumbuhan, pelaksanaan bimbingan teknis, kelengkapan profil dan dokumen organisasi, hingga pertumbuhan kepemilikan e-KTAM.

Khusus untuk indikator yang datanya telah tersedia di platform SatuMu, peserta tidak perlu melakukan klaim atau mengirimkan data capaian secara terpisah. Panitia akan melakukan pengambilan data langsung dari sistem sesuai batas waktu penilaian.

Penerima penghargaan akan memperoleh trofi, plakat dan/atau piagam, serta dukungan perangkat digital dan uang penghargaan sesuai kategori. Apresiasi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas organisasi dalam melanjutkan proses digitalisasi.

Transformasi digital yang berdampak bagi anggota

Pada akhirnya, penguatan ekosistem digital Muhammadiyah tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan efektivitas administrasi organisasi, tetapi juga memperkuat hubungan antara Persyarikatan dan anggotanya.

Melalui kepemilikan e-KTAM, anggota memiliki identitas digital yang menghubungkan mereka dengan Persyarikatan. Sementara itu, MASA menjadi salah satu akses bagi anggota untuk memanfaatkan berbagai layanan digital dalam ekosistem Muhammadiyah, mulai dari kebutuhan ibadah, informasi, hingga layanan lainnya.

Penguatan dan integrasi data organisasi juga diharapkan mendukung perencanaan program dan pelayanan yang lebih tepat sasaran, sekaligus memperkuat pengambilan keputusan berbasis data.

“Saya mengajak kita semua melihat SatuMu dan MASA bukan sekadar sebagai produk teknologi, melainkan sebagai instrumen untuk memperkuat gerakan dakwah dan pelayanan Muhammadiyah,” tambah Dr. Muchlas.

Melalui SatuMu Awards 2026, Muhammadiyah ingin mendorong transformasi digital menjadi bagian dari budaya kerja organisasi, bukan sekadar penggunaan teknologi. Kolaborasi seluruh jenjang kepemimpinan, tim pendamping, dan anggota menjadi kunci untuk membangun ekosistem digital yang terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan.

Puncak program akan berlangsung melalui SatuMu Awards 2026 Awarding pada Sabtu, 12 Desember 2026, di Museum Muhammadiyah, Yogyakarta.

“Semoga kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi lahirnya tradisi apresiasi, kolaborasi, dan inovasi digital di lingkungan Muhammadiyah,” tutup Dr. Muchlas. (*)

Peliput : Nafisa-Afiliasi




Kirim Tanggapan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses