Kuliah Subuh di Masjid Raya At-Taqwa Cirebon: Meneladani Kepemimpinan Rasulullah dan Sahabat Utama

·

Editor:

|

⏱

3 menit

|

📋

Dibaca: 39 x

MASJID Raya At-Taqwa Kota Cirebon kembali menggelar kegiatan Kuliah Subuh yang rutin dilaksanakan setiap hari setelah shalat Subuh. Pada Kamis, 1 Oktober 2026, kajian ini menghadirkan penceramah Ustadz Drs. H. Ayi Azhari dengan mengangkat tema “Kepemimpinan Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam dan Sahabat Utama” dengan subtema “Contoh Keteladanan Sepanjang Masa”.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Ayi Azhari menjelaskan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam telah mengkader para sahabat utama, yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum. Keempat sahabat utama ini kemudian menjadi khalifah yang sangat membanggakan dan menjadi teladan sepanjang masa, meskipun masa pemerintahan mereka—dalam periode Khulafaur Rasyidin—hanya berlangsung sekitar 30 tahun.

Landasan Al-Qur’an: Perintah Menegakkan Keadilan

Dalam pemaparannya, Ustadz Ayi mengutip firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an Surat Al-Ma’idah ayat 8:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ma’idah: 8)

Hadits: Setiap Manusia adalah Pemimpin

Ustadz Ayi juga menyampaikan hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma:

أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Artinya: “Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menegaskan bahwa kepemimpinan bukan hanya milik kepala negara atau pejabat, melainkan tanggung jawab setiap individu—baik sebagai pemimpin bagi dirinya sendiri, kepala keluarga, maupun dalam lingkup yang lebih luas.

Sepuluh Ciri Kepemimpinan dalam Islam

Dalam kajian tersebut, Ustadz Ayi memaparkan sepuluh ciri kepemimpinan yang dinilai baik dalam pandangan Islam, yaitu:

  1. Bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala — takwa menjadi syarat mutlak bagi seorang pemimpin.
  2. Amanah — jujur, tidak berdusta, menepati janji, dan berani mengatakan kebenaran.
  3. Shiddiq — membenarkan wahyu Allah dan senantiasa berkata jujur.
  4. Fathonah — cerdas, mampu mengambil keputusan, dan membaca keadaan.
  5. Tabligh — menyampaikan informasi penting kepada umat.
  6. Tegas — tidak lemah dan ragu dalam membela kebenaran.
  7. Lemah lembut — bertutur kata halus dan tidak menyinggung perasaan.
  8. Pemaaf — memahami bahwa setiap manusia dapat berbuat salah.
  9. Senang bermusyawarah — mencari solusi bersama, bukan memaksakan kehendak.
  10. Tawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala — berserah diri atas segala usaha yang telah dilakukan.

Kepemimpinan sebagai Khalifah di Muka Bumi

Ustadz Ayi mengutip pandangan Mustafa al-Maraghi yang menyatakan bahwa khalifah adalah wakil Tuhan di muka bumi (khalifah fil ardhi). Sementara Rasyid Ridha al-Manar menyebut khalifah sebagai sosok manusia yang dibekali kelebihan akal, pikiran, dan pengetahuan untuk mengatur.

“Eksistensi seorang pemimpin harus menjadi sosok pembawa rahmat bagi alam semesta, sekaligus sebagai hamba yang senantiasa patuh dan terpanggil untuk mengabdikan segenap dedikasinya di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujar Ustadz Ayi.

Tradisi Kuliah Subuh yang Telah Berlangsung Sejak 1963

Kuliah Subuh di Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon merupakan kegiatan rutin yang telah berlangsung sejak tahun 1963. Pengajian sehabis shalat Subuh ini tidak hanya diikuti oleh jamaah shalat Subuh, tetapi juga telah melahirkan banyak penceramah handal di Cirebon. Kegiatan ini menjadi salah satu tradisi dakwah yang terus eksis hingga kini, menghadirkan penceramah-penceramah kredibel untuk membina umat.

Kajian ditutup dengan ajakan Ustadz Ayi kepada seluruh jamaah untuk meneladani kepemimpinan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam dan para sahabat utama, dengan menanamkan sifat adil, sabar, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

“Setiap keputusan yang diambil sebagai pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya. Maka jadilah pemimpin yang berorientasi pada keadilan, sehingga tercipta harmonisasi dalam hidup,” pungkasnya. (*)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

One response to “Kuliah Subuh di Masjid Raya At-Taqwa Cirebon: Meneladani Kepemimpinan Rasulullah dan Sahabat Utama”

  1. Avatar Moch Sidik Sadali
    Moch Sidik Sadali

    Semoga isi ceramah pada Kuliah Shubuh yang dilaksanakan Kamis pagi,
    1 Oktober 2026 M di Masjid At-Taqwa Kota Cirebon yang disampaikan oleh Drs Ayi Azhari dengan tema:
    MENELADANI KEPEMIMPINAN RASULULLAAH dan SAHABAT UTAMA,
    bisa diterima oleh para jamaah, bisa dipetik hikmahnya dan bermanfaat serta bisa dijadikan sebagai contoh dalam kehidupan dan pegangan sehari-hari.