CIREBON, 25 Februari 2026 – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) Jalan Tuparev pada pelaksanaan kultum Ramadhan bada salat Dhuhur, Rabu (25/2/2026). Bertindak sebagai penceramah, Fariel Fatin Firjatullah dari Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI), menyampaikan tausiyah yang inspiratif dengan tema “Meraih Ampunan Allah di Bulan Ramadan” .
Para mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yang hadir tampak antusias menyimak pemaparan yang mengupas tentang bagaimana memanfaatkan bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk meraih ampunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Ramadhan: Bulan Penuh Ampunan
Fariel mengawali kultum dengan mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan ampunan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Beliau mengutip hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam tentang keistimewaan bulan Ramadhan:
قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)
“Subhanallah, di bulan yang mulia ini Allah membuka pintu ampunan selebar-lebarnya. Kita sebagai hamba-Nya hendaknya memanfaatkan kesempatan emas ini untuk meraih ampunan-Nya,” papar Fariel.
Beliau mengutip firman Allah tentang sifat Maha Pengampun-Nya:
نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hijr: 49)
Tiga Cara Meraih Ampunan Allah
Memasuki inti pembahasan, Fariel memaparkan tiga cara utama untuk meraih ampunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, khususnya di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.
1. Memperbanyak Doa, Khususnya Doa Memohon Ampunan
Cara pertama adalah dengan memperbanyak doa, terutama doa-doa yang memohon ampunan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Fariel mengingatkan bahwa doa adalah senjata orang beriman dan intisari ibadah.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:
الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ
“Doa adalah intisari ibadah.” (HR. Tirmidzi)
Beliau juga mengutip firman Allah:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.’” (QS. Ghafir: 60)
Fariel mencontohkan beberapa doa memohon ampunan yang diajarkan dalam Al-Qur’an, di antaranya:
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami, dan teguhkanlah pendirian kami, serta tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” (QS. Ali ‘Imran: 147)
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ
“Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami.” (QS. Al-Hasyr: 10)
“Perbanyaklah doa memohon ampunan, terutama di waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir, saat berbuka puasa, dan di hari Jumat,” ajak Fariel.
2. Bersegera Beristigfar dan Menyesal Setelah Melakukan Dosa
Cara kedua adalah dengan bersegera beristigfar dan menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan, serta tidak menunda-nunda taubat. Fariel mengingatkan bahwa menunda taubat adalah bentuk kelalaian yang berbahaya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَن يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَّحِيمًا
“Dan barangsiapa berbuat kejahatan atau menganiaya dirinya sendiri, kemudian dia memohon ampun kepada Allah, niscaya dia akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa’: 110)
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda tentang keutamaan istigfar:
مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa yang senantiasa beristigfar, niscaya Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesempitan, kelapangan dari setiap kegelisahan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Daud)
Fariel mencontohkan sayyidul istigfar (penghulu istigfar) yang diajarkan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjian-Mu dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.”
“Biasakanlah membaca sayyidul istigfar ini di waktu pagi dan sore. Barangsiapa membacanya dengan penuh keyakinan di siang hari lalu ia meninggal sebelum sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di malam hari lalu ia meninggal sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga,” jelas Fariel.
3. Melakukan Amal Saleh
Cara ketiga adalah dengan memperbanyak amal saleh. Amal saleh dapat menghapus dosa-dosa kecil dan menjadi sebab turunnya ampunan Allah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ
“Sesungguhnya perbuatan baik itu menghapuskan perbuatan buruk.” (QS. Hud: 114)
Fariel menjelaskan bahwa di bulan Ramadhan, ada banyak amal saleh yang pahalanya dilipatgandakan, di antaranya:
- Puasa Ramadhan dengan penuh iman dan pengharapan
- Shalat tarawih dan qiyamul lail
- Membaca Al-Qur’an (tadarus)
- Bersedekah dan memberi makan orang berbuka
- I’tikaf di masjid
- Umrah di bulan Ramadhan
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda tentang keutamaan umrah di Ramadhan:
عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَقْضِي حَجَّةً مَعِي
“Umrah di bulan Ramadhan (pahalanya) seperti haji bersamaku.” (HR. Bukhari & Muslim)
Penutup: Jangan Sia-siakan Kesempatan Emas
Menutup kultum, Fariel Fatin Firjatullah mengajak seluruh hadirin untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas di bulan Ramadhan.
“Kita tidak tahu apakah tahun depan masih diberi kesempatan bertemu Ramadhan atau tidak. Maka manfaatkan Ramadhan tahun ini sebaik-baiknya. Perbanyak doa, perbanyak istigfar, perbanyak amal saleh. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Aamiin,” pungkasnya.
Kultum Ramadhan di Masjid Kampus 1 UMC berlangsung dengan penuh khidmat. Para mahasiswa tampak antusias dan mendapatkan pencerahan baru tentang cara meraih ampunan Allah di bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya UMC untuk membina spiritualitas mahasiswa di bulan Ramadhan, sekaligus mengaktifkan peran organisasi kemahasiswaan dalam dakwah kampus. (Surono)


Tinggalkan Balasan