Kultum Ramadhan di Masjid Kampus 1 UMC: Muhammad Daffa Paparkan Amalan Meraih Lailatul Qadar

CIREBON, 26 Februari 2026 – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) Jalan Tuparev pada pelaksanaan kultum Ramadhan bada salat Dhuhur, Kamis (26/2/2026). Bertindak sebagai penceramah, Muhammad Daffa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) UMC, menyampaikan tausiyah yang inspiratif dengan tema “Meraih Lailatul Qadar” .

Para mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yang hadir tampak antusias menyimak pemaparan tentang keutamaan malam yang lebih baik dari seribu bulan serta amalan-amalan yang dapat mengantarkan seseorang meraih kemuliaan tersebut.


Lailatul Qadar: Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

Muhammad Daffa mengawali kultum dengan mengingatkan tentang keagungan Lailatul Qadar, malam yang istimewa di bulan Ramadhan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Qadr:

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ . لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ . تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ . سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 1-5)

“Subhanallah, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Jika kita beribadah pada malam itu, nilainya melebihi ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun. Ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan,” papar Muhammad Daffa.

Beliau juga mengutip hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam tentang keutamaan Lailatul Qadar:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim)


Kapan Lailatul Qadar Terjadi?

Muhammad Daffa menjelaskan bahwa waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar dirahasiakan oleh Allah, namun Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam memberikan petunjuk bahwa malam mulia ini terjadi di sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari & Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan:

الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ، فِي تَاسِعَةٍ تَبْقَى، فِي سَابِعَةٍ تَبْقَى، فِي خَامِسَةٍ تَبْقَى

“Carilah Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir Ramadhan, pada malam kesembilan, ketujuh, dan kelima yang tersisa.” (HR. Bukhari)

“Kita tidak tahu pasti kapan Lailatul Qadar terjadi. Bisa jadi malam ini, besok, atau lusa. Maka dari itu, kita harus bersungguh-sungguh di setiap malam, terutama di sepuluh malam terakhir,” ajak Muhammad Daffa.


Empat Amalan untuk Meraih Lailatul Qadar

Memasuki inti pembahasan, Muhammad Daffa memaparkan empat amalan utama yang dapat dilakukan untuk meraih kemuliaan Lailatul Qadar.

1. Mendirikan Shalat Sunnah dengan Istiqamah

Amalan pertama adalah memperbanyak shalat sunnah, terutama shalat malam (qiyamul lail). Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

Muhammad Daffa menjelaskan bahwa di sepuluh malam terakhir, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam meningkatkan ibadahnya secara luar biasa. Aisyah RA meriwayatkan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ

“Adalah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersungguh-sungguh (beribadah) di sepuluh malam terakhir melebihi kesungguhannya di waktu lainnya.” (HR. Muslim)

“Mari kita contoh Rasulullah. Tingkatkan shalat malam kita, perbanyak rakaat, panjangkan bacaan, dan perbaiki kekhusyukan. Inilah amalan utama untuk meraih Lailatul Qadar,” ajaknya.

2. Memperbanyak Dzikir dan Doa Memohon Ampunan

Amalan kedua adalah memperbanyak dzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan berdoa memohon ampunan. Muhammad Daffa mengutip doa yang diajarkan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam kepada Aisyah RA ketika ditanya doa apa yang paling baik dibaca di Lailatul Qadar:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau menyukai maaf, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

“Doa ini sangat pendek namun sangat dalam maknanya. Kita memohon kepada Allah yang Maha Pemaaf agar memaafkan segala dosa dan kesalahan kita. Perbanyaklah doa ini di sepuluh malam terakhir,” pesan Muhammad Daffa.

Beliau juga mengingatkan firman Allah tentang keutamaan orang-orang yang berdoa:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.’” (QS. Ghafir: 60)

3. Melakukan I’tikaf di Masjid

Amalan ketiga adalah i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah. I’tikaf adalah sunnah yang sangat dianjurkan, terutama di sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Aisyah RA meriwayatkan:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ

“Bahwa Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam biasa beri’tikaf di sepuluh malam terakhir Ramadhan hingga Allah mewafatkan beliau.” (HR. Bukhari & Muslim)

“I’tikaf adalah cara terbaik untuk fokus beribadah, menjauhkan diri dari gangguan dunia, dan mengkonsentrasikan hati hanya untuk Allah. Jika tidak bisa i’tikaf penuh sepuluh malam, kita bisa i’tikaf beberapa jam di masjid setiap malamnya,” jelas Muhammad Daffa.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang orang-orang yang beri’tikaf:

وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

“Tetapi janganlah kamu campuri mereka (istri-istrimu) ketika kamu sedang beri’tikaf di masjid.” (QS. Al-Baqarah: 187)

4. Bersedekah dengan Ikhlas

Amalan keempat adalah memperbanyak sedekah dengan ikhlas. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.

Ibnu Abbas RA meriwayatkan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

“Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam adalah manusia yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al-Qur’an. Sungguh, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam lebih dermawan daripada angin yang berhembus.” (HR. Bukhari & Muslim)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang keutamaan sedekah:

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261)

“Mari kita perbanyak sedekah di sepuluh malam terakhir. Tidak perlu besar, yang penting ikhlas dan konsisten. Sedekah sekecil apa pun akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah,” ajak Muhammad Daffa.


Penutup: Bersungguh-sungguh di Sepuluh Malam Terakhir

Menutup kultum, Muhammad Daffa mengajak seluruh hadirin untuk bersungguh-sungguh memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadhan.

“Saudara-saudaraku, Jangan sampai kita termasuk orang yang merugi, melewatkan Lailatul Qadar tanpa meraih kemuliaannya. Semoga Allah mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar dan mengampuni segala dosa kita. Aamiin,” pungkasnya.

Kultum Ramadhan di Masjid Kampus 1 UMC berlangsung dengan penuh khidmat. Para mahasiswa tampak antusias dan mendapatkan pencerahan tentang amalan-amalan untuk meraih Lailatul Qadar. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya UMC untuk membina spiritualitas mahasiswa di bulan Ramadhan, sekaligus mengaktifkan peran organisasi kemahasiswaan dalam dakwah kampus. (Surono)

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *