Menebar Sabda di Masjid Santun: Ustadz Prihatna Sudarma Urai Enam Amalan Pemintas Jalan ke Surga Firdaus

CIREBON, 10 Juli 2026 – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon pada pelaksanaan Salat Jumat, 10 Juli 2026. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz Drs. H. Prihatna Sudarma, MM., M.Si., menyampaikan khutbah dengan tema mengupas tuntas amalan-amalan utama bagi umat Islam yang bercita-cita meraih kedudukan tertinggi di surga Firdaus, seraya mengingatkan bahwa kenikmatan surgawi jauh melampaui gemerlapnya perhiasan dunia.

Ratusan jamaah memadati masjid yang terletak di jantung Kota Cirebon tersebut. Mereka mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir dengan penuh ketenangan, menyimak setiap pesan dakwah yang disampaikan khatib yang juga dikenal sebagai akademisi dan praktisi manajemen ini.

Dalam khutbah Ustadz Prihatna Sudarma mengawali dengan ajakan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Beliau menekankan bahwa kecintaan manusia terhadap hal-hal duniawi adalah fitrah, namun harus diimbangi dengan kesadaran akan kehidupan akhirat. Hal ini sebagaimana diabadikan dalam firman Allah QS. Ali Imran ayat 14:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia: cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk-tumpuk dari emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah-ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imran [3]:14)

Khatib menegaskan bahwa meskipun tujuh komoditas dunia itu—wanita, anak, emas, perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang—begitu memikat, seluruhnya hanyalah kesenangan sementara. “Surga yang dijanjikan Allah jauh lebih baik daripada itu semuanya,” tegasnya, seraya menambahkan filosofi bahwa hidup di dunia harus dimaknai sebagai ladang investasi untuk meraih “dunia kaya raya, akhirat masuk surga.”

Merujuk pada QS. Al-Mu’minun ayat 1-11, Ustadz Prihatna kemudian memaparkan enam karakteristik utama orang-orang mukmin yang beruntung dan layak mewarisi surga Firdaus. Beliau menguraikannya satu per satu dengan pendekatan kontekstual.

Pertama, menjaga kekhusyukan dalam salat. Ia mengutip QS. Al-Baqarah ayat 46 yang mengingatkan bahwa setiap manusia akan kembali kepada Allah, sehingga diperlukan bekal terbaik. “Sholat yang khusyuk adalah bekal utama kita saat ‘bepergian’ menghadap Ilahi,” ujarnya.

Kedua, menjauhi perkataan dan perbuatan yang tidak berguna. Dalam poin ini, khatib menyampaikan nasihat Imam Ali bin Abi Thalib, bahwa berbicara sedikit namun mampu menggugah semangat lawan bicara jauh lebih bermakna daripada banyak bicara tanpa isi.

Ketiga, menunaikan zakat. Ustadz Prihatna memotivasi jamaah untuk meningkatkan pendapatan agar dapat berzakat lebih besar. “Dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga, sembilan di antaranya adalah orang-orang kaya raya yang dermawan,” jelasnya, menunjukkan bahwa kekayaan bukanlah penghalang, melainkan sarana mendekatkan diri kepada Allah jika dikelola dengan benar.

Keempat, menjaga kemaluan dari perbuatan keji. Bagi yang pernah terjerumus, khatib memberikan rujukan QS. Ali Imran ayat 135 sebagai pintu taubat yang selalu terbuka lebar.

Kelima, memelihara amanat dan janji-janji yang telah diikrarkan.

Keenam, memelihara salat dengan menjaganya di awal waktu, secara berjamaah, dan diiringi dengan tadarus Al-Qur’an.

Selanjutnya, Ustadz Prihatna memaparkan secara rinci tentang cara menunaikan amanah. Mengutip konsep dari buku Prof. Dr. Syaafii Antonio, ia menyebutkan tujuh kunci utama: (1) adil dengan menempatkan sesuatu pada tempatnya sebagaimana QS. An-Nisa ayat 135, (2) bertanggung jawab, (3) dapat diandalkan, (4) memiliki kesehatan jiwa dan fisik, (5) kemandirian, (6) keterbukaan, serta (7) menepati janji dan komitmen.

Penekanan pada aspek amanah ini menjadi penutup yang kuat, mengingatkan bahwa kesuksesan hakiki tidak hanya diukur dari ibadah ritual semata, tetapi juga dari integritas sosial dan profesional seorang muslim.

Salat Jumat ditutup dengan doa, dipanjatkan harapan agar seluruh jamaah mampu mengamalkan ilmu yang telah disampaikan. Ustadz Prihatna Sudarma berpesan agar umat Islam di Kota Cirebon senantiasa berlomba dalam kebaikan dan menjadikan enam amalan utama serta sikap amanah sebagai pegangan hidup untuk meraih ridha Allah dan kemuliaan di surga-Nya.


Liputan : Dakum, S.Pd. dan Tim Media Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon

Editor: Arofah Firdaus

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Satu tanggapan untuk “Menebar Sabda di Masjid Santun: Ustadz Prihatna Sudarma Urai Enam Amalan Pemintas Jalan ke Surga Firdaus”

  1. Avatar Erli
    Erli

    Masya Allah, terimakasih ustadz prihatna.
    Keenamhya bukanlah suatu yg mudah.
    Smg Allah mampukan dpt belajar sedikit demi sedikit