Masjid Santun Muhammadiyah menggelar pelaksanaan salat Jumat dengan khidmat dan tertib pada Jumat, 11 September 2026. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz H. Ali Mahfudz menyampaikan materi khutbah yang menekankan pentingnya bersegera dalam kebaikan, terutama dalam menyambut panggilan salat Jumat.
Fastabiqul Khairat: Berlomba dalam Kebaikan
Dalam khutbahnya, Ustadz H. Ali Mahfudz mengawali pembahasan dengan mengutip firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 148:
وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
“Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap ke arahnya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam berbagai kebajikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 148)
Khatib menjelaskan bahwa ayat ini mengandung perintah agung, yakni fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam mengerjakan kebaikan. Menurut beliau, perintah ini bukan sekadar anjuran untuk berbuat baik, melainkan dorongan untuk menjadi yang terdepan, tercepat, dan terbaik dalam melaksanakan segala bentuk kebajikan.
Balasan bagi Orang yang Berlomba dalam Kebaikan
Selanjutnya, Ustadz H. Ali Mahfudz membacakan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surah Al-Muthaffifin ayat 25–26:
يُسْقَوْنَ مِنْ رَّحِيْقٍ مَّخْتُوْمٍ ۙ خِتٰمُهٗ مِسْكٌ ۗ وَفِيْ ذٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنٰفِسُوْنَۗ
“Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih diberi lak (sebagai jaminan keasliannya), laknya terbuat dari kasturi. Untuk (mendapatkan) yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” (QS. Al-Muthaffifin: 25–26)
Khatib menerangkan bahwa ayat ini menggambarkan kenikmatan surgawi yang disediakan bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Penutup ayat, falyatanāfasil-mutanāfisūn, menjadi seruan agar manusia saling berlomba meraih ridha Allah dan surga-Nya. Dengan demikian, semangat fastabiqul khairat tidak hanya berlaku di dunia, tetapi juga menjadi jalan menuju kebahagiaan abadi di akhirat.
Menyegerakan Diri Saat Adzan Dikumandangkan
Pada bagian akhir khutbahnya, Ustadz H. Ali Mahfudz menekankan kewajiban menyegerakan diri ketika adzan salat Jumat dikumandangkan. Beliau mengutip firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surah Al-Jumu’ah ayat 9:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila (seruan) untuk melaksanakan salat pada hari Jumat telah dikumandangkan, segeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Jumu’ah: 9)
Khatib menjelaskan bahwa ayat ini memerintahkan kaum mukmin untuk segera menuju masjid dan meninggalkan segala aktivitas duniawi, termasuk jual beli, ketika adzan Jumat berkumandang. Beliau menegaskan bahwa menyegerakan diri ke masjid merupakan wujud nyata dari semangat fastabiqul khairat yang telah diuraikan sebelumnya.
Dalil Hadis tentang Keutamaan Datang Lebih Awal
Sebagai penutup, Ustadz H. Ali Mahfudz menyampaikan hadis Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah r.a.:
مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً، فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ طُوِيَتِ الصُّحُفُ وَاسْتَمَعُوا الذِّكْرَ
“Barang siapa mandi pada hari Jumat seperti mandi janabah, kemudian berangkat (ke masjid) pada jam pertama, maka seolah-olah ia berkurban dengan seekor unta. Barang siapa berangkat pada jam kedua, seolah-olah ia berkurban dengan seekor sapi. Barang siapa berangkat pada jam ketiga, seolah-olah ia berkurban dengan seekor domba bertanduk. Barang siapa berangkat pada jam keempat, seolah-olah ia berkurban dengan seekor ayam. Barang siapa berangkat pada jam kelima, seolah-olah ia berkurban dengan sebutir telur. Apabila imam telah keluar (menuju mimbar), maka catatan-catatan itu dilipat dan mereka mendengarkan zikir (khutbah).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Penutup
Pelaksanaan salat Jumat di Masjid Santun Muhammadiyah pada 11 September 2026 berlangsung dengan lancar dan penuh kekhusyukan. Melalui khutbah yang disampaikan Ustadz H. Ali Mahfudz, jamaah diingatkan untuk senantiasa mengamalkan semangat fastabiqul khairat dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam menyegerakan diri menunaikan salat Jumat. Semoga Allah Swt. menerima segala amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang berlomba-lomba dalam kebaikan. Aamiin.
Peliput : Dakum, S.Pd., dan Tim Media masjid Santun


Tinggalkan Balasan