PCM dan PCA Kejaksan Gelar Pengajian Ahad Pagi, Hj. Nunung Nurjanah Paparkan Panduan Kesehatan Keluarga

CIREBON, muhammadiyahciko – Suasana khidmat menyelimuti pengajian Ahad pagi yang digelar oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kejaksan, Kota Cirebon, pada Ahad (9/8/2026). Acara yang berlangsung di TK ABA Kejaksan Gang Tanda Barat ini mengangkat tema besar “Panduan Kesehatan Keluarga Aisyiyah” dengan subtema “Sehat di Usia 40+: Investasi Kesehatan untuk Masa Depan”.

Pengajian rutin ini menghadirkan narasumber kompeten di bidang kesehatan, yaitu Bidan Hj. Nunung Nurjanah, S.ST., M.Keb., yang merupakan dosen dan Wakil Dekan di Prodi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan (UMMADA) Cirebon. Beliau juga aktif sebagai pengurus Majelis Kesehatan di Aisyiyah PDA Kota Cirebon serta memiliki pengalaman luas sebagai praktisi kesehatan dan manajemen klinik.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah dan cabang, antara lain Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Cirebon Drs. Puji Nirmo, Ketua PDA Retno Kuntjorowati, S.Pd., dan Ketua PCM Kejaksan Yoyon Sumaryono, S.E., beserta jajaran pimpinan lainnya.

Menyikapi Perubahan Tubuh di Usia 40 Tahun

Dalam pemaparannya, Bidan Nunung mengawali dengan menjelaskan bahwa memasuki usia 40 tahun, tubuh manusia mengalami berbagai perubahan signifikan yang perlu disikapi dengan bijak. Beliau menekankan pentingnya menjaga berat badan ideal, memperoleh tidur berkualitas, serta mengelola stres sebagai fondasi pola hidup sehat.

“Usia 40 tahun bukanlah akhir, tetapi awal perjalanan menuju diri yang lebih baik dan hidup yang kita inginkan,” ujarnya menginspirasi para jamaah yang sebagian besar telah memasuki usia paruh baya.

Pemeriksaan Kesehatan Berkala: Deteksi Dini, Pencegahan Optimal

Pemateri menekankan urgensi cek kesehatan berkala tanpa menunggu munculnya gejala sakit. Beberapa pemeriksaan rutin yang direkomendasikan meliputi tekanan darah, gula darah, asam urat, fungsi ginjal, serta pemeriksaan mata dan gigi. Hal ini sejalan dengan program Gerakan ‘Aisyiyah Sehat (GRASS) yang mengusung pilar “Peduli” melalui deteksi dini penyakit dan saling mengingatkan.

Pola Makan Sehat: Sinergi Sunnah dan Ilmu Gizi

Mengusung konsep “Isi Piringku,” Bidan Nunung memaparkan pentingnya konsumsi protein berkualitas, serat, dan buah-buahan, serta pembatasan gula, garam, dan lemak. Beliau juga mengingatkan untuk mencukupi kebutuhan air putih. Hal ini merupakan implementasi dari pilar GRASS “Sehat” yang menekankan pentingnya menjaga pola makan.

Aktivitas Fisik 30 Menit Setiap Hari dan Kesehatan Organ Vital

Jamaah diajak untuk membiasakan diri dengan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, seperti jalan kaki, senam, peregangan, hingga latihan kekuatan otot untuk mencegah nyeri sendi dan osteoporosis. Materi ini terintegrasi dengan pilar “Aktif” dalam program GRASS yang menggalakkan senam dan aktivitas fisik rutin.

Tidak ketinggalan, pemateri menyoroti kesehatan jantung dan otak dengan mengidentifikasi faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol, merokok, kurang olahraga, dan obesitas. Beliau juga membahas kesehatan reproduksi dewasa, termasuk pentingnya IVA Test, SADANIS bagi perempuan, serta skrining prostat bagi laki-laki.

Kesehatan Mental, Spiritual, dan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular

Bidan Nunung mengingatkan bahwa kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Mengelola stres, menghadapi kecemasan, bersyukur, dan dzikir sebagai terapi jiwa menjadi kunci menjaga keseimbangan hidup. Dukungan keluarga juga menjadi faktor esensial dalam menjaga kesehatan mental.

Materi deteksi dini penyakit tidak menular seperti stroke, penyakit jantung, diabetes, gagal ginjal, dan berbagai jenis kanker (serviks, payudara, usus) juga menjadi perhatian utama. Hal ini merupakan bagian dari pilar “Peduli” dalam GRASS.

Keluarga Sehat, Aisyiyah Kuat: Menjadi Teladan

Menutup pemaparan, pemateri mengajak seluruh jamaah untuk menjadi teladan hidup sehat di lingkungan keluarga, menyiapkan makanan sehat di rumah, serta menjaga komunikasi dan interaksi yang baik. Olahraga bersama keluarga juga menjadi salah satu kiat mempererat hubungan dan menjaga kesehatan.

Dikaitkan dengan Program GRASS

Seluruh materi yang disampaikan terintegrasi dengan 5 Pilar Gerakan ‘Aisyiyah Sehat (GRASS):

  1. Aktif: Senam dan aktivitas fisik rutin .
  2. Sehat: Menjaga pola makan dan pemeriksaan kesehatan berkala .
  3. Peduli: Deteksi dini penyakit dan saling mengingatkan .
  4. Menguatkan: Meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan.
  5. Amanah: Menjaga kesehatan sebagai amanah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Landasan Al-Qur’an dan Hadits

Untuk memperkuat motivasi, Bidan Nunung menyampaikan beberapa landasan penting dari Al-Qur’an dan Hadits. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 195:

وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

Wa anfiqū fī sabīlillāhi wa lā tulqū bi’aidīkum ilā at-tahlukah

Artinya: “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari upaya menghindarkan diri dari kebinasaan dan merupakan wujud pengabdian kepada Allah.

Selain itu, pemateri mengutip hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim untuk menekankan pentingnya kekuatan fisik dan mental bagi seorang mukmin:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ

Al-mu’minul-qawiyyu khairun wa aḥabbu ilallāhi minal-mu’minidh-dha’īf

Artinya: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, meskipun pada keduanya ada kebaikan.” (HR. Muslim)

Penegasan ini menjadi landasan spiritual bagi jamaah untuk terus berupaya menjaga kesehatan fisik dan mental sebagai bagian dari iman dan amanah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Konsep Amanah ini menjadi landasan spiritual utama dari program GRASS, di mana kesehatan dipandang sebagai titipan yang harus dijaga.

Dengan terselenggaranya pengajian ini, diharapkan para jamaah, khususnya warga ‘Aisyiyah, dapat mengimplementasikan ilmu yang telah didapat untuk mewujudkan keluarga yang sehat, sakinah, dan kuat dalam menghadapi tantangan usia. (*)

Peliput : Suparno dan Tim Media PCM Kota Cirebon


Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *