PIMPINAN Cabang Muhammadiyah (PCM) Harjamukti Kota Cirebon kembali menggelar agenda rutin Pengajian Ahad Pagi (4/10/26). Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Masjid Annur, Sangkana Kalijaga, Harjamukti, Kota Cirebon, dengan menghadirkan penceramah ternama, Ustadz Assoc. Prof. Dr. KH. Toto Santi Aji, M.Ag.
Mengusung tema “Tarbiyah Ruhiyah Sholat Menurut Al-Qur’an”, kajian kali ini menitikberatkan pada esensi dan upaya mewujudkan kualitas salat yang khusyuk. Dalam paparannya, KH. Toto Santi Aji menegaskan bahwa untuk mencapai salat yang khusyuk, diperlukan latihan yang terus-menerus dan berkesinambungan, bukan sekadar pemahaman teori semata.

“Salat khusyuk itu harus terus menerus dilatih, seperti halnya orang yang hafal Al-Qur’an yang harus terus menerus murojaah (mengulang hafalan). Salat pun harus terus dilatih sampai akhir hayat,” ujar beliau di hadapan jamaah.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa salat yang khusyuk mencakup aspek kaifiyah (tata cara) dan segala hal yang menyertainya. Kajian ini bukan hanya sebatas teori, melainkan sebuah konsep yang harus dipraktikkan agar fenomena konsep dapat menjadi fenomena nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu poin penting yang disampaikan adalah bagaimana mewujudkan tujuan salat, yaitu “Tanha ‘anil fahsya’i wal munkar” (mencegah dari perbuatan keji dan mungkar). Menurutnya, salat belum bisa dikatakan sempurna apabila belum mampu merubah keburukan seseorang menjadi kebaikan. Karena manusia tidak luput dari salah, maka proses latihan untuk mencapai kesempurnaan tersebut harus terus dilakukan.
“Orang yang suci itu tidak ada. Tapi yang ada adalah orang yang berusaha mensucikan diri,” tegasnya, mengutip sebuah prinsip penting dalam tazkiyatun nafs (penyucian jiwa).

Acara pengajian ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan PCM Harjamukti Kota Cirebon, di antaranya H. Yandi Heryandi, M.Pd. selaku Ketua PCM Harjamukti, beserta seluruh jajaran pimpinan lainnya dan Encup Supriatna, S.Pd. selaku Kepala SDIT Muhammadiyah Harjamukti Kota Cirebon. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi yang kuat antara pimpinan cabang dan amal usaha Muhammadiyah dalam membina ruhani warga persyarikatan.
Berikut adalah beberapa dalil Al-Qur’an dan Hadits yang menjadi landasan materi kajian tersebut:
1. Dalil Al-Qur’an tentang Khusyuk dalam Salat (QS. Al-Baqarah: 45-46)
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ ﴿٤٥﴾ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَاقُوا رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ﴿٤٦﴾
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 45-46)

2. Hadits tentang Tanda Khusyuk (HR. Al Hakim, At Tirmudzy dari Abu Hurairah)
لَوْ خَشَعَ قَلْبُ هَذَا الرَّجُلِ لَخَشَعَتْ جَوَارِحُهُ
“Sekiranya khusyuk hati jiwa orang ini, tentulah khusyuk segala anggota tubuhnya.” (HR. Al Hakim, At Tirmudzy dari Abu Hurairah, Al Jami’ush Shaghir 2: 108)
3. Definisi Khusyuk menurut Prof. Dr. T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy
الْخُشُوعُ وَ تَطَامُنُ الْقَلْبِ وَ الْجَوَارِحِ لِلَّهِ تَعَالَى
“Tunduk (tawadlu’) serta ketenangan hati dan segala anggota tubuh kepada Allah swt.”
4. Hadits tentang Hati sebagai Raja (HR. Bukhari)
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
“Ingatlah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuhnya. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, ia adalah hati.” (HR. Bukhari)
5. Dalil tentang Ketenangan Hati dengan Mengingat Allah (QS. Ar-Ra’d: 28)
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ﴿٢٨﴾
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
6. Hadits tentang Hati yang Berkarat (HR. Baihaqi)
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : “إِنَّ هَذِهِ الْقُلُوبَ تَصْدَأُ كَمَا يَصْدَأُ الْحَدِيدُ إِذَا أَصَابَهُ الْمَاءُ، قِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا جِلَاؤُهَا؟ قَالَ : ” كَثْرَةُ ذِكْرِ الْمَوْتِ، وَتِلَاوَةُ الْقُرْآنِ “
“Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya hati ini bisa berkarat sebagaimana besi yang berkarat karena air.’ Ada yang bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apa yang bisa menjernihkannya?’ Beliau menjawab: ‘Memperbanyak mengingat kematian dan membaca Al-Qur’an.’” (HR. Baihaqi)
Pengajian Ahad Pagi ini diakhiri dengan doa, berharap agar seluruh jamaah dapat terus memperbaiki kualitas ibadah salatnya sehingga mampu mencerminkan akhlak yang mulia dalam kehidupan bermasyarakat. (*)
Peliput : Ferry Johari dan Fahyudin


Tinggalkan Balasan