PCM Kesambi Gelar Pengajian Ahad Pagi, Tafsir Surat Al-Fath Ayat 29 tentang Ciri Umat Rasulullah

·

Editor:

|

5 menit

|

📋

Dibaca: 12 x

CIREBON, muhammadiyahciko — Suasana khidmat menyelimuti Balai Pengajian Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kesambi, Jalan Simaja, Kota Cirebon, pada Ahad pagi, 7 September 2026. Jamaah dari berbagai ranting dan warga Muhammadiyah se-Kota Cirebon memenuhi ruang pengajian untuk mengikuti kajian rutin Ahad pagi yang digelar PCM Kesambi.

Pengajian yang berlangsung khidmat ini menghadirkan penceramah Ustadz Agus Wahid, S.Ag., yang menyampaikan tausiyah dengan tema utama tafsir Surat Al-Fath ayat 29 tentang ciri-ciri umat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tampak hadir dalam acara tersebut Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cirebon, Drs. Puji Nirmo, beserta jajaran pimpinan PCM Kesambi dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Drs. Puji Nirmo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pengajian rutin ini sebagai sarana peningkatan keimanan dan penguatan ukhuwah Islamiyah di kalangan warga Muhammadiyah. Beliau menekankan pentingnya kegiatan seperti ini untuk terus digalakkan sebagai bentuk komitmen persyarikatan dalam menebarkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar.

Tafsir Surat Al-Fath Ayat 29: Lima Ciri Umat Rasulullah

Mengawali tausiyahnya, Ustadz Agus Wahid, S.Ag., membacakan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surat Al-Fath ayat 29:

مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِ ۗوَالَّذِيْنَ مَعَهٗٓ اَشِدَّاۤءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاۤءُ بَيْنَهُمْ تَرٰىهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَّبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيْمَاهُمْ فِيْ وُجُوْهِهِمْ مِّنْ اَثَرِ السُّجُوْدِ ۗذٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى التَّوْرٰىةِ ۖوَمَثَلُهُمْ فِى الْاِنْجِيْلِۚ كَزَرْعٍ اَخْرَجَ شَطْـَٔهٗ فَاٰزَرَهٗ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوٰى عَلٰى سُوْقِهٖ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيْظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗوَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنْهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا ࣖ ٢٩

Artinya: “Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir (yang bersikap memusuhi), tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud (bercahaya). Itu adalah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu makin kuat, lalu menjadi besar dan tumbuh di atas batangnya. Tanaman itu menyenangkan hati orang yang menanamnya. (Keadaan mereka diumpamakan seperti itu) karena Allah hendak membuat marah orang-orang kafir. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.”

Ustadz Agus Wahid menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan lima ciri utama umat Islam yang menjadi pengikut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ciri-ciri ini menjadi tolok ukur bagi seorang Muslim sejati dalam menjalani kehidupannya di dunia.

1. Asyidda’u ‘alal Kuffar (Tegas kepada Orang Kafir)

Ciri pertama yang disebutkan dalam ayat tersebut adalah asyidda’u ‘alal kuffar, yang berarti bersikap tegas dan keras terhadap orang-orang kafir yang memusuhi. Ustadz Agus Wahid menegaskan bahwa ketegasan ini terutama berkaitan dengan masalah akidah dan keyakinan. Seorang Muslim tidak boleh berkompromi dalam hal keimanannya dan harus tegas dalam menolak segala bentuk pengaruh yang bertentangan dengan ajaran Islam.

“Ketegasan ini bukan berarti kita berlaku zalim atau kejam kepada non-Muslim yang tidak memerangi kita. Islam mengajarkan keadilan dan kebijaksanaan dalam bergaul dengan siapa pun. Namun, dalam perkara akidah dan ibadah, kita harus teguh pendirian dan tidak mudah terpengaruh oleh budaya atau perilaku yang bertentangan dengan syariat,” jelas Ustadz Agus Wahid.

2. Ru’ama’u Bainahum (Saling Menyayangi Sesama Muslim)

Ciri kedua adalah ru’ama’u bainahum, yakni berkasih sayang dan saling menyayangi di antara sesama orang beriman. Ustadz Agus Wahid mengutip sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ الْوَاحِدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Artinya: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan sakitnya dengan demam dan tidak bisa tidur.” (HR. Muslim)

Dalam konteks ini, Ustadz Agus Wahid memberikan contoh nyata yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, yakni ketika terjadi musibah di daerah lain, umat Islam hendaknya turut membantu meringankan beban saudara-saudara mereka yang tertimpa musibah, baik melalui doa, dukungan moral, maupun bantuan materi. Kepedulian sosial ini merupakan cerminan dari kasih sayang antar sesama Muslim yang diajarkan dalam Islam.

3. Rukka’an Sujjadan (Rukuk dan Sujud)

Ciri ketiga adalah tarahum rukka’an sujjadan, yang menggambarkan kaum Muslimin senantiasa terlihat dalam keadaan rukuk dan sujud. Ustadz Agus Wahid menjelaskan bahwa rukuk merupakan bentuk penghormatan kepada Allah, sementara sujud adalah bentuk ketawaduan dan kepasrahan total seorang hamba kepada Penciptanya.

“Seorang Muslim sejati tidak hanya pandai dalam ilmu dan debat, tetapi juga mantap dalam ibadahnya. Rukuk dan sujud yang dilakukan dengan khusyuk menjadi bukti keimanan dan ketundukan kita kepada Allah. Ibadah ini bukan sekadar gerakan fisik, tetapi juga mengandung makna penghambaan yang mendalam,” paparnya.

4. Yabtaghuna Fadlan Minallah (Mencari Anugerah Allah)

Ciri keempat adalah yabtaghuna fadlan minallah, yakni senantiasa mencari karunia dan anugerah dari Allah. Setelah menunaikan rukuk dan sujud, seorang Muslim tidak berhenti begitu saja, melainkan terus berupaya mencari keutamaan dari Allah berupa pahala dan surga-Nya.

“Orang yang beriman, apapun yang diperbuatnya, tujuannya hanya untuk mencari ridha Allah dan karunia-Nya, baik dalam beribadah maupun dalam bekerja mencari rezeki,” ujar Ustadz Agus Wahid. “Hidup ini harus memiliki orientasi yang jelas, yaitu mengabdi kepada Allah dan meraih kebahagiaan hakiki di akhirat.”

5. Simahum fi Wujuhihim min Atsaris Sujud (Bekas Sujud di Wajah)

Ciri kelima adalah adanya tanda-tanda bekas sujud pada wajah mereka. Ustadz Agus Wahid menjelaskan bahwa tanda ini bukan sekadar bekas fisik di dahi, melainkan cahaya keimanan yang memancar dari wajah seorang mukmin sebagai akibat dari rutinitas ibadahnya. Di akhirat kelak, cahaya ini akan menjadi penerang bagi pemiliknya.

“Di dunia, bekas sujud ini diwujudkan dengan sikap tawadhu dan rendah hati. Orang yang rajin bersujud kepada Allah akan terpancar aura ketenangan dan kerendahan hati dalam kesehariannya. Ia tidak sombong, tidak angkuh, dan selalu berusaha menebarkan kebaikan di sekitarnya,” jelasnya.

Penutup: Meneladani Sifat Sahabat untuk Masa Kini

Mengakhiri tausiyahnya, Ustadz Agus Wahid mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan lima ciri umat Rasulullah ini sebagai pedoman hidup, sebagaimana telah dicontohkan oleh para sahabat Nabi. Meskipun umat Islam saat ini tidak merasakan didikan langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Al-Qur’an telah mendeskripsikan karakter mulia para sahabat yang dapat diteladani hingga masa kini.

“Karakter-karakter ini bukan sekadar teori, tetapi harus terwujud dalam perilaku kita sehari-hari. Mari kita tingkatkan ketegasan dalam akidah, perkuat rasa kasih sayang di antara sesama Muslim, mantapkan ibadah, selalu mencari karunia Allah, dan tunjukkan kerendahan hati sebagai buah dari ibadah kita,” pungkasnya.

Pengajian yang dimulai pada pukul 07.00 WIB ini berlangsung dengan khidmat hingga selesai. Acara ditutup dengan doa bersama dan silaturahmi antarjamaah, menciptakan suasana yang hangat dan religius di tengah-tengah keluarga besar Muhammadiyah Kota Cirebon. (*)


Peliput: Muryanto, dan Tim Media PCM Kesambi.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 responses to “PCM Kesambi Gelar Pengajian Ahad Pagi, Tafsir Surat Al-Fath Ayat 29 tentang Ciri Umat Rasulullah”

  1. Avatar puji nirmo
    puji nirmo

    Semoga kita sebagai warga Muhammadiyah bs meneladani sifat2 Rasulullah dan para sahabatnya utk sll tegas thd orang2 kafir yg memusuhi umat Islam dan berkasih sayang thd sesama umat muslim

  2. Avatar Yandi Heryandi
    Yandi Heryandi

    Siapkan bekal yang terbaik untuk kehidupan akhirat itu lebih baik dari kehidupan dunia

  3. Avatar Moch sidik Sadali
    Moch sidik Sadali

    Semoga isi ceramahnya diterima oleh para jamaah dan bisa dijadikan sebagai pegangan sehari-hari.