Pengajian Malam Senin di Masjid Umar bin Khattab: Mengupas Daya Tarik Etika Bisnis Islam di Mata Dunia

Cirebon, 20 Juli 2026 – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Umar bin Khattab pada pelaksanaan pengajian rutin malam Senin, 19 Juli 2026. Jamaah yang hadir tampak antusias menyimak tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Drs. Somantri Perbangkara, M.Pd. Mengangkat tema yang aktual dan mendunia, beliau memaparkan tentang “Ketertarikan Orang Non-Muslim terhadap Etika Bisnis dan Perdagangan dalam Islam”.

Ustadz Somantri mengawali ceramahnya dengan menyoroti fenomena global di mana prinsip-prinsip ekonomi syariah semakin diminati tidak hanya oleh umat Islam, tetapi juga oleh berbagai kalangan di negara-negara non-Muslim. Ia menjelaskan bahwa ketertarikan ini didorong oleh nilai-nilai universal yang terkandung di dalamnya, seperti kejujuran, keadilan, transparansi, dan tanggung jawab sosial yang dinilai relevan untuk menciptakan sistem ekonomi yang lebih berkelanjutan.

“Prinsip-prinsip ini bukanlah hal baru dalam ajaran Islam. Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memerintahkan umat manusia untuk berlaku adil dan jujur dalam setiap transaksi,” tegas Ustadz Somantri mengutip firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

وَأَوْفُوا الْكَيْلَ إِذَا كِلْتُمْ وَزِنُوا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيمِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

“Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama dan lebih baik akibatnya.” (QS. Al-Isra’ [17]: 35)

Dalam ceramahnya, Ustadz Somantri memaparkan sejumlah negara dengan mayoritas penduduk non-Muslim yang justru gencar mengembangkan ekonomi syariah, seperti Inggris sebagai pusat keuangan syariah terbesar di dunia Barat, Singapura yang memperkuat posisinya sebagai pusat keuangan Asia, hingga Jepang yang mulai mengembangkan pembiayaan syariah dan penerbitan sukuk. Fenomena ini, menurutnya, membuktikan bahwa ekonomi berbasis syariah memiliki daya tarik yang melampaui batas agama.

Menariknya, ketertarikan ini tidak hanya terjadi di tingkat praktis, tetapi juga akademis. Banyak universitas terkemuka di Eropa, Amerika Utara, dan Asia yang kini menawarkan program studi tentang ekonomi dan keuangan Islam. Hal ini menunjukkan bahwa prinsip-prinsip syariah dianggap sebagai salah satu alternatif model keuangan yang kompetitif di pasar global.

Ustadz Somantri juga menyoroti bagaimana etika bisnis Islam memiliki titik temu yang kuat dengan konsep modern seperti Environmental, Social, and Governance (ESG) dan Corporate Social Responsibility (CSR). Dalam pandangan Islam, manusia adalah khalifah di bumi yang bertugas menjaga keseimbangan dan tidak melakukan kerusakan. Beliau mengutip firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:0

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ۚ وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi setelah (Allah) memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf [7]: 56)

Di akhir tausiyahnya, Ustadz Drs. Somantri Perbangkara, M.Pd., mengajak para jamaah untuk mengimplementasikan nilai-nilai luhur ini dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam bermuamalah. Beliau berharap, dengan memahami dan mempraktikkan etika bisnis Islam, umat Islam dapat menjadi teladan dan berkontribusi positif bagi peradaban dunia. Pengajian malam Senin ini ditutup dengan doa bersama, dipimpin langsung oleh Ustadz Somantri, yang memohon keberkahan dan kemudahan bagi seluruh jamaah dalam mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.

Peliput : Tim Media Masjid Umar bin Khattab Komplek UMMADA

Editor : Arofah Firdaus

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *