Pengajian Reboan Masjid Santun Muhammadiyah Cirebon: Ustadz Dr. Maman Rusman Kupas Makna Ujian dan Balasan Kebaikan

·

Avatar Arofah Firdaus

|

2 menit

|

📋

Dibaca: 24 x

CIREBON, muhammadiyahciko — Suasana khidmat menyelimuti Masjid Santun Muhammadiyah, Jl. Pilang Raya No. 09, Kota Cirebon, pada pelaksanaan Pengajian Reboan, Rabu (12/8/2026). Kegiatan rutin mingguan yang digelar selepas salat Maghrib hingga Isya ini menghadirkan Ustadz Dr. Maman Rusman, M.Pd., sebagai penceramah utama.

Turut hadir dalam kajian tersebut Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cirebon, Drs. Puji Nirmo, beserta jajaran pimpinan lainnya, serta para jamaah dari berbagai kalangan yang dengan antusias mengikuti tausiah hingga akhir.

Mengawali ceramahnya, Ustadz Dr. Maman Rusman membacakan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Surat Al-‘Ankabut ayat 2:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Artinya: “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan berkata, ‘Kami telah beriman,’ padahal mereka tidak diuji?” (QS. Al-‘Ankabut [29]: 2).

Dalam tafsirnya, Ustadz Maman menegaskan bahwa ujian adalah keniscayaan bagi setiap orang yang mengaku beriman. “Hidup itu pasti akan mengalami ujian. Jika seseorang tidak pernah merasakan ujian, maka itu pertanda ia telah meninggal dunia. Karena itu, sesibuk apa pun aktivitas kita, jangan pernah tinggalkan salat. Salat adalah benteng utama seorang mukmin dalam menghadapi segala tantangan,” ujarnya dengan tegas.

Lebih lanjut, penceramah yang akrab disapa Ustadz Maman ini menjelaskan bahwa Islam sama sekali tidak melarang umatnya untuk menjadi apa saja, baik pedagang, guru, dokter, maupun pegawai. Namun, Allah telah menetapkan SOP (Standar Operasional Prosedur) -Nya, yaitu aturan-aturan syariat yang harus dijalankan dalam setiap profesi.

“Allah tidak melarang kita berdagang, tetapi Dia telah mengatur bagaimana cara berdagang yang baik dan benar. Contohnya, para pedagang yang setiap pagi berjualan pasti akan mengalami kejenuhan dan rasa malas. Namun, rasa malas itu sebenarnya adalah ujian keimanan dari Allah. Apakah kita tetap istiqamah menjalankan usaha dengan jujur dan tetap menunaikan kewajiban salat, atau kita justru meninggalkan perintah-Nya?” jelasnya.

Mengakhiri tausiahnya, Ustadz Dr. Maman Rusman menyampaikan pesan mendalam tentang balasan atas perbuatan manusia.

“Barang siapa yang menebar kebaikan, maka sebenarnya ia sedang menebar kebaikan untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa yang menebar kejelekan, maka sesungguhnya ia sedang menebar kejelekan untuk dirinya sendiri,” pesannya.

Hal ini selaras dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Artinya: “Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa setiap kebaikan yang kita tebar akan kembali kepada pelakunya, baik berupa pahala di akhirat maupun kebaikan di dunia.

Ketua PDM Kota Cirebon, Drs. Puji Nirmo, mengapresiasi kegiatan pengajian rutin ini sebagai sarana pembinaan umat yang terus berlangsung di Masjid Santun Muhammadiyah. Beliau berharap kajian ini dapat memberikan pencerahan bagi seluruh jamaah dan warga Muhammadiyah di Kota Cirebon.

Pengajian Reboan di Masjid Santun Muhammadiyah merupakan agenda rutin mingguan yang konsisten menghadirkan penceramah-penceramah untuk mengkaji berbagai tema keislaman, mulai dari aqidah, ibadah, hingga muamalah. (*)

Peliput : Dakum, S.Pd., dan Tim Media Masjid Santun.


Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 responses to “Pengajian Reboan Masjid Santun Muhammadiyah Cirebon: Ustadz Dr. Maman Rusman Kupas Makna Ujian dan Balasan Kebaikan”

  1. Avatar puji nirmo
    puji nirmo

    Semoga dg kajian ttg setiap orang yg beriman pasti sll mendapatkan ujian dari Allah SWT, bs menambah keimanan kita kpd Allah SWT, agar derajat keimanan kita trs meningkat

  2. Avatar Hadi
    Hadi

    Alhamdulillah, makin ramai jamaah kajiannya