Tarawih Malam ke-18 di Masjid Santun: Ustadz Agus Wahid Paparkan Empat Ciri Orang Bertakwa dalam QS. Ali Imran

CIREBON, 6 Maret 2026 – Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon kembali dipenuhi jamaah pada pelaksanaan Salat Tarawih malam ke-18 Ramadhan 1447 H, Jumat (6/3/2026). Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz Agus Wahid, S.Ag., menyampaikan kultum yang mendalam dengan mengupas QS. Ali Imran ayat 133-134 tentang ciri-ciri orang bertakwa.

Jamaah tampak khusyuk menyimak tausiyah yang mengajak untuk bersegera dalam kebaikan dan mempraktikkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah.


Perintah Bersegera dalam Kebaikan

Ustadz Agus Wahid mengawali kultum dengan mengutip firman Allah dalam QS. Ali Imran ayat 133:

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali ‘Imran: 133)

“Allah memerintahkan kita untuk bersegera (saari’u) dalam meraih ampunan dan surga-Nya. Konsep bersegera ini penting, baik dalam hubungan vertikal dengan Allah (hablum minallah) maupun hubungan horizontal dengan sesama manusia (hablum minannas),” papar Ustadz Agus.

Beliau menjelaskan bahwa orang yang bersegera dalam kebaikan adalah mereka yang ketika berbuat dosa, secepatnya meminta maaf kepada Allah dan kepada sesama yang telah dizalimi. Ini adalah cerminan dari hablum minannas yang baik.


Empat Ciri Orang Bertakwa

Memasuki inti pembahasan, Ustadz Agus mengutip ayat selanjutnya, QS. Ali Imran ayat 134, yang menjelaskan empat ciri utama orang bertakwa:

الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“(Yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan (ihsan).” (QS. Ali ‘Imran: 134)

Ustadz Agus merinci empat ciri tersebut sebagai berikut:

1. Berinfak di Waktu Lapang dan Sempit

Ciri pertama adalah orang yang mau menginfakkan hartanya, baik dalam kondisi lapang maupun sempit. Ustadz Agus menjelaskan perbedaan antara infak dan sedekah:

  • Infak lebih khusus berkaitan dengan harta benda atau barang.
  • Sedekah lebih luas cakupannya, bisa berupa harta, tenaga, maupun pikiran.

“Orang bertakwa tidak menunggu kaya untuk berinfak. Mulailah dari yang kecil, dari yang kita mampu. Yang penting istiqamah dan ikhlas,” pesan Ustadz Agus.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

“Jagalah dirimu dari neraka meskipun hanya dengan (sedekah) sepotong kurma.” (HR. Bukhari & Muslim)

2. Mampu Menahan Amarah

Ciri kedua adalah orang yang dapat menahan amarahnya (al-kaẓimīnal-gaiẓ). Ustadz Agus menjelaskan bahwa marah adalah sifat yang berasal dari setan.

“Marah itu dari setan, setan diciptakan dari api. Maka jika marah, hendaknya kita mengambil air wudhu untuk memadamkan api amarah tersebut,” jelasnya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ الْغَضَبَ مِنَ الشَّيْطَانِ، وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنَ النَّارِ، وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ، فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ

“Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api. Api hanya bisa dipadamkan dengan air. Maka apabila salah seorang di antara kalian marah, hendaklah ia berwudhu.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

3. Mau Memaafkan Kesalahan Orang Lain

Ciri ketiga adalah orang yang memaafkan kesalahan orang lain (al-‘āfīna ‘anin-nās). Ustadz Agus menekankan bahwa memaafkan adalah akhlak mulia yang sangat dianjurkan, terutama di bulan Ramadhan.

“Yang lebih hebat lagi, sebelum seseorang meminta maaf kepada kita, kita sudah terlebih dahulu memaafkannya. Itulah derajat orang yang bertakwa,” ungkapnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nur: 22)

4. Allah Mencintai Orang yang Berbuat Ihsan

Ciri keempat adalah bahwa Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan (al-muḥsinīn). Ustadz Agus menjelaskan makna ihsan dalam konteks ayat ini.

“Ihsan adalah membalas kebaikan orang lain dengan kebaikan yang lebih baik. Jika ada orang yang berbuat baik kepada kita, balaslah dengan kebaikan yang lebih. Jika ada orang yang berbuat buruk, balaslah dengan kebaikan. Itulah ihsan,” paparnya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam mendefinisikan ihsan dalam hadits terkenal:

أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

“Ihsan adalah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, maka jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Bukhari & Muslim)


Implementasi di Bulan Ramadhan

Ustadz Agus mengaitkan keempat ciri orang bertakwa ini dengan bulan Ramadhan yang sedang dijalani. Ramadhan adalah momentum tepat untuk melatih diri menjadi pribadi yang bertakwa dengan:

  1. Memperbanyak infak dan sedekah, terutama memberi makan orang berbuka.
  2. Melatih kesabaran dan menahan amarah, karena puasa adalah perisai.
  3. Saling memaafkan sebelum Idul Fitri tiba.
  4. Berbuat ihsan dalam setiap ibadah, merasa diawasi oleh Allah.

Penutup: Meraih Derajat Takwa

Menutup kultum, Ustadz Agus Wahid mengajak jamaah untuk meren ungkan dan mengamalkan keempat ciri orang bertakwa dalam kehidupan sehari-hari.

“Marilah kita jadikan sisa Ramadhan ini sebagai momentum untuk melatih diri menjadi pribadi yang bertakwa. Perbanyak infak, tahan amarah, maafkan kesalahan orang lain, dan berbuat ihsan dalam setiap hal. Semoga kita termasuk orang-orang yang disebut dalam ayat ini dan meraih derajat takwa di sisi Allah. Aamiin,” pungkasnya.

Salat Tarawih malam ke-18 berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Jamaah yang hadir tampak merenung dan mendapatkan pencerahan tentang ciri-ciri orang bertakwa serta pentingnya bersegera dalam kebaikan, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 tanggapan untuk “Tarawih Malam ke-18 di Masjid Santun: Ustadz Agus Wahid Paparkan Empat Ciri Orang Bertakwa dalam QS. Ali Imran”

  1. Avatar Yandi Heryandi
    Yandi Heryandi

    Taqwa dengan sebenar-benarnya wujud dalam keshalihan individual dan keshalehan sosial

  2. Avatar Sunarya
    Sunarya

    Terus memanfaatkn momen romadhon, dgn bnyak beribadah