CIREBON – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Harjamukti Kota Cirebon kembali menggelar pengajian rutin Ahad pagi yang berlangsung khidmat di Masjid Annur Sangkana Muhammadiyah, Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon, pada Ahad pagi (24/5). Kegiatan kali ini menghadirkan penceramah Ustadz Sunarya, S.Pd.I., M.M., yang menyampaikan tema krusial berjudul “Bukan Sekedar Rutinitas: Mengutamakan Kualitas dengan Memahami Skala Prioritas”.

Dalam paparannya, Ustadz Sunarya mengajak jamaah untuk mentransformasi cara beribadah dari sekadar kebiasaan menjadi ibadah cerdas yang bernilai tinggi di sisi Allah. Beliau menekankan tiga pilar utama: Ikhlas (transformasi aktivitas duniawi menjadi ukhrawi), Ittiba’ (sesuai tuntunan syariat), dan Ilmu (mengetahui keutamaan setiap amal).
Oleh karena itu, barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan kebajikan dan janganlah ia menyekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”
(QS. Al-Kahfi [18]: 110)

Beliau juga menguraikan strategi multipliers effect atau pahala berlipat ganda, seperti mengamalkan amalan jariyah, memanfaatkan waktu mustajab (sepertiga malam, antara adzan dan iqamah), serta memperbanyak ibadah di tempat utama seperti Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Fiqih Prioritas dan Implementasi Digital
Ustadz Sunarya mengingatkan pentingnya fiqh prioritas dalam beribadah, yakni mendahulukan yang wajib atas sunnah, serta ibadah yang manfaatnya dirasakan masyarakat luas (seperti sedekah dan mengajar) dibanding ibadah privat semata. “Adab dan kekhusyukan lebih utama daripada sekadar cepat selesai,” tegasnya.

Menariknya, beliau juga menyoroti peluang ibadah di era digital. Jamaah diajak mengubah waiting time menjadi worship time dengan mendengarkan kajian di perjalanan, menggunakan aplikasi Al-Qur’an, bersedekah digital melalui QRIS atau platform donasi rutin, serta berdakwah lewat media sosial meski hanya dengan menyebarkan satu ayat atau hadis yang bermanfaat.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَٰلِحًا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ
Wa man aḥsanu qaulam mim man da‘ā ilallāhi wa ‘amila ṣāliḥan wa qāla innanī minal-muslimīn.
“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)’?”
(QS. Fussilat [41]: 33)

Penutup: Orang Cerdas Menyiapkan Bekal untuk Kematian
Mengakhiri tausiyahnya, Ustadz Sunarya membacakan hadits Ibnu Majah yang menjadi inti dari kecerdasan seorang Muslim:
أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا، أُولَٰئِكَ الْأَكْيَاسُ
Akṡaruhum lil-mauti żikran wa aḥsanuhum limā ba‘dahusta‘dādā, ulā’ikal-akyās.Artinya: “Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya untuk menghadapi apa yang terjadi setelahnya. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.”
(HR. Ibnu Majah No. 4259, Ath-Thabarani, dan Al-Baihaqi – dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani)

Kesimpulan dari pengajian ini menegaskan bahwa ibadah cerdas adalah tentang manajemen niat dan waktu, fokus pada amalan yang paling dicintai Allah (Aḥabbul a‘māl), serta konsistensi (istiqāmah) meskipun dalam skala kecil namun berkelanjutan.
Pengajian rutin Ahad pagi PCM Harjamukti di Masjid Annur Sangkana Kalijaga merupakan salah satu wujud dakwah jamaah dan peningkatan kualitas keislaman warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar Kota Cirebon.
Pengirim berita : Jamhari, Fahyudin dan Tim Media PCM Harjamukti Kota Cirebon.


Tinggalkan Balasan