Cirebon, 12 Juni 2026 – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Santun Muhammadiyah, Kota Cirebon, pada pelaksanaan salat Jum’at hari ini (12/6). Jamaah tampak khusyuk mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib adalah Ustadz Drs. Sukardi, ME.Sy., yang menyampaikan khutbah bertema keutamaan ibadah haji.
Dalam khutbahnya, Ustadz Sukardi mengawali dengan bacaan salawat dan ayat suci Al-Qur’an. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا
“Wa lillahi ‘alan naasi hijjul baiti manistatha’a ilaihi sabila”
Artinya: “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (QS. Ali Imran: 97)
Khatib menyampaikan kabar gembira bahwa sebanyak 221.000 muslim Indonesia telah berhasil melaksanakan wukuf di Padang Arafah, puncak ibadah haji tahun ini. “Mereka adalah tamu Allah yang sedang merasakan nikmatnya bermunajat di tanah suci. Mari kita doakan saudara-saudara kita yang sedang menjalani safar (perjalanan) ibadah haji ini,” tutur Ustadz Sukardi.
Beliau juga menyampaikan doa khusus bagi mereka yang memiliki uzur (halangan) sehingga belum bisa berangkat ke tanah suci. “Semoga Allah mudahkan bagi mereka yang berniat dan menyiapkan bekal, baik bekal materi maupun bekal takwa,” imbuhnya.

Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Indonesia
Khatib menginformasikan bahwa pemerintah telah menetapkan proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke tanah air dalam dua gelombang:
- Gelombang pertama: 1–15 Juni 2026
- Gelombang kedua: 15–30 Juni 2026
“Kita doakan seluruh proses kepulangan berjalan lancar, aman, dan seluruh jemaah haji kembali sebagai haji yang mabrur,” ujar Ustadz Sukardi.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda mengenai balasan bagi haji yang mabrur:
الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
“Al-hajjul mabrūru laisa lahu jazā’un illal-jannah”
Artinya: “Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ustadz Sukardi menjelaskan bahwa surga yang dimaksud adalah Jannatun Na’im (Surga yang penuh kenikmatan), tempat yang kekal lagi abadi.

Keutamaan Salat Subuh Berjamaah hingga Syuruk
Dalam kesempatan yang sama, khatib mengingatkan jamaah tentang hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan dihasankan (dinilai hasan) oleh Imam Al-Albani. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَلَّى الْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
“Man shallal-fajra fī jamā’atin tsumma qa’ada yadzkurullāha hattā tathlu’asy-syamsu tsumma shallā rak’ataini, kānat lahu ka ajri hajjatin wa ‘umratin tāmmah, tāmmah, tāmmah.”
Artinya: “Barang siapa yang melaksanakan salat Subuh secara berjamaah, kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga terbit matahari, lalu dia melaksanakan salat dua rakaat (salat Syuruk/Dhuha), maka dia mendapatkan pahala seperti haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani)
“Oleh karena itu, marilah kita biasakan salat Syuruk setiap pagi. Dua rakaat setelah matahari terbit sepuluh menit, pahalanya sangat besar,” ajak Ustadz Sukardi.

Keutamaan Salat di Masjid Nabawi dan Amalan Sebanding Itikaf Sebulan
Khatib juga mengupas keistimewaan lain dari ibadah haji, yaitu salat di Masjid Nabawi, Madinah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ
“Shalātun fī masjidī hādzā khairun min alfi shalātin fīmā siwāhu illal-masjidil-harām.”
Artinya: “Salat di masjidku ini (Nabawi) lebih baik dari seribu salat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram.” (HR. Bukhari & Muslim)
Lebih lanjut, Ustadz Sukardi menyampaikan bahwa ada amalan lain yang bobot pahalanya sama dengan itikaf satu bulan penuh di Masjid Nabawi. Beliau menyebutkan dua hadits berikut:
Pertama, membantu saudara muslim dalam kesulitan. Rasulullah bersabda:
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Man nafassa ‘an mu’minin kurba(tan) min kurabid-dunyā, nafasallāhu ‘anhu kurba(tan) min kurabi yaumil-qiyāmah.”
Artinya: “Barang siapa yang melepaskan dari seorang mukmin satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan dunia, maka Allah akan melepaskan darinya satu kesulitan pada hari kiamat.” (HR. Muslim)
Kedua, membahagiakan saudara muslim. Rasulullah bersabda bahwa pahalanya sama seperti itikaf sebulan di Masjid Nabawi.
“Barang siapa yang membantu saudaranya yang sedang dalam kesulitan, dan barang siapa yang membahagiakan hati saudaranya sesama muslim, maka pahalanya sama seperti orang yang beritikaf satu bulan penuh di Masjid Nabawi,” jelas khatib.
Khatib kemudian mengajak jamaah untuk tidak meremehkan amalan sederhana namun agung:
- Senyuman kepada saudara sesama muslim adalah sedekah dan ibadah.
- Menebarkan salam (mengucapkan Assalamu’alaikum) adalah sunnah yang membawa keberkahan.
“Senyum dan salam adalah investasi pahala yang mudah. Lagi-lagi, itu tergantung pada kemauan kita dalam menebarkan salam dan kebaikan. Semoga kita bisa melaksanakan dua amalan mulia ini setiap hari,” pesan Ustadz Sukardi di akhir khutbahnya.
Penutup dan Ajakan Salat Syuruk
Sebelum mengakhiri khutbah dan melanjutkan salat Jum’at, khatib mengajak seluruh jamaah untuk mengamalkan salat Syuruk setiap pagi. “Jangan lewatkan sepuluh menit setelah matahari terbit. Dua rakaat yang ringan, tetapi pahalanya sebesar haji dan umrah yang sempurna. Semoga Allah memberikan kita semua kekuatan untuk istikamah,” pungkasnya.
Tampak hadir Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Cirebon Drs Puji Nirmo dan jajaran pimpinan lainnya. Salat Jum’at kemudian ditutup dengan doa khusyuk yang dipimpin oleh Ustadz Drs. Sukardi, ME.Sy., dilanjutkan dengan salat Jum’at dua rakaat. Jamaah tampak tenang dan berseri-seri usai mendengarkan tausiyah yang penuh makna.
Redaksi:
- Lokasi: Masjid Santun Muhammadiyah, Kota Cirebon
- Peliput: Dakum, S.Pd. dan Tim Media Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon


Tinggalkan Balasan