PCM Kesambi Gelar Pengajian Ahad Pagi: Ustadz Drs. Puji Nirmo Soroti Pentingnya Keseimbangan Hard Skill dan Soft Skill dalam Pendidikan Muhammadiyah

CIREBON – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Kesambi kembali menyelenggarakan pengajian Ahad pagi secara rutin pada tanggal 31 Mei 2026 bertempat di Balai Pengajian PCM Kesambi, Jalan Simaja Kota Cirebon. Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cirebon, Ustadz Drs. Puji Nirmo, sebagai penceramah.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PCM Kesambi, H. Digyono, beserta seluruh jajaran pengurus dan warga persyarikatan. Pengajian Ahad pagi ini mengangkat tema besar seputar dunia pendidikan, dengan fokus khusus pada kondisi pendidikan di lingkungan Muhammadiyah Kota Cirebon.

Pendidikan sebagai Pondasi Peradaban

Dalam tausiyahnya, Ustadz Drs. Puji Nirmo menekankan bahwa pendidikan adalah fondasi utama bagi kemajuan umat dan peradaban. Beliau mengawali ceramahnya dengan menyampaikan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam QS. Al-Mujadalah ayat 11:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Yarfa’illahul ladzina amanu minkum walladzina utul ‘ilma darajaat, wallahu bima ta’maluna khabiir.

Artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah: 11)

Ustadz Puji Nirmo menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan keutamaan orang beriman yang juga berilmu. Derajat yang tinggi di sisi Allah tidak hanya diraih dengan ibadah semata, tetapi juga dengan ilmu pengetahuan yang bermanfaat.

Selain itu, beliau juga mengingatkan hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam yang sangat terkenal tentang kewajiban menuntut ilmu sepanjang hayat:

اطْلُبُوا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ

Uthlubul ‘ilma minal mahdi ilal lahdi

Artinya: “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat.”

Hadits ini, menurut beliau, menjadi landasan bahwa proses belajar tidak pernah berhenti. Setiap Muslim, baik muda maupun tua, wajib terus menggali ilmu sepanjang hidupnya.

Kondisi Pendidikan Muhammadiyah Kota Cirebon: Antara Kemajuan dan Tantangan

Memasuki materi inti, Ustadz Drs. Puji Nirmo memaparkan secara jujur kondisi terkini Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan yang tersebar di Kota Cirebon. Beliau mengakui bahwa beberapa sekolah Muhammadiyah telah menunjukkan kemajuan yang menggembirakan, khususnya yang berada di Kecamatan Harjamukti. Sekolah-sekolah tersebut, menurutnya, memiliki kemampuan akademik (hard skill) yang baik serta kepemimpinan sekolah (soft skill) yang mumpuni.

“Soft skill inilah yang mampu mengelola emosi, membentuk akhlak mulia, menumbuhkan empati, serta menanamkan kejujuran. Inilah yang membedakan pendidikan Muhammadiyah dengan pendidikan pada umumnya,” tegas Ustadz Puji.

Beliau mengutip QS. Ali Imran ayat 159 yang menggambarkan betapa pentingnya akhlak lemah lembut dalam kepemimpinan:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Fabimaa rahmatin minallahi linta lahum, wa law kunta fazzan ghalizhal qalbi lanfadhdhu min hawlika, fa’fu ‘anhum wastaghfir lahum wa syawirhum fil amr, fa idza ‘azamta fatawakkal ‘alallah, innallaha yuhibbul mutawakkilin.

Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal.” (QS. Ali Imran: 159)

Ustadz Puji menjelaskan bahwa ayat ini menjadi bukti bahwa kesempurnaan seorang mukmin diukur dari tingginya akhlaknya. Beliau menambahkan bahwa dalam sebuah hadits, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

Akmalul mu’minina imanan ahsanuhum khuluqan

Artinya: “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi)

Tantangan Kemandegan di Beberapa Sekolah

Namun, di sisi lain, Ustadz Puji Nirmo juga menyoroti kenyataan pahit bahwa tidak semua sekolah Muhammadiyah di Kota Cirebon mengalami kemajuan. Beberapa sekolah justru mengalami kemandegan. Salah satu penyebab utamanya, menurut beliau, adalah minimnya minat orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah Muhammadiyah.

“Banyak orang tua yang lebih memilih sekolah lain dengan alasan tertentu. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua. Jangan sampai sekolah Muhammadiyah hanya menjadi pilihan terakhir,” ujar beliau dengan nada prihatin.

Untuk itu, beliau mendorong seluruh jajaran PCM Kesambi untuk lebih gencar melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat. Sekolah-sekolah yang masih tertinggal perlu mendapatkan perhatian khusus dan pendampingan intensif.

Pentingnya Keseimbangan Hard Skill dan Soft Skill

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Drs. Puji Nirmo juga memaparkan data menarik tentang kontribusi kecerdasan terhadap kesuksesan seseorang. Beliau menjelaskan bahwa kemampuan IQ hanya menyumbang sekitar 20% terhadap keberhasilan seseorang, sementara kecerdasan spiritual (SQ) dan kecerdasan emosional (EQ) menyumbang 80%.

“Artinya, soft skill itu sangat dominan. Soft skill inilah yang melahirkan empati, kasih sayang, kejujuran, dan akhlak mulia. Dengan EQ dan SQ yang baik, derajat seseorang menjadi tinggi di sisi Allah,” jelasnya.

Namun demikian, beliau mengingatkan bahwa hard skill juga tidak boleh diabaikan. Keduanya harus berjalan seimbang. Untuk sekolah kejuruan (SMK), misalnya, beliau menekankan porsi praktik sebesar 75% dan teori 25%. Keseimbangan inilah yang akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam kepribadian dan akhlak.

“Jangan sampai kita hanya mengejar nilai rapor dan ujian, tetapi melupakan pembentukan karakter. Pendidikan Muhammadiyah harus melahirkan insan kamil, manusia yang sempurna lahir dan batin,” pungkasnya.

Harapan Ketua PCM Kesambi

Menutup rangkaian acara, Ketua PCM Kesambi, H. Digyono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ustadz Drs. Puji Nirmo atas tausiyah yang sangat inspiratif dan membuka wawasan tersebut.

“Kami di PCM Kesambi akan menjadikan masukan ini sebagai bahan evaluasi dan langkah perbaikan ke depan. Semua sekolah di lingkungan Muhammadiyah Kesambi harus terus bergerak maju. Kami juga akan lebih aktif menjalin komunikasi dengan orang tua dan masyarakat agar semakin percaya menyekolahkan putra-putrinya di sekolah Muhammadiyah,” ujar H. Digyono.

Pengajian Ahad pagi ditutup dengan doa oleh Ustadz Drs. Puji Nirmo, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan silaturahmi antarpeserta. Jamaah tampak antusias dan berharap pengajian rutin seperti ini terus berlangsung dengan tema-tema aktual yang membangun umat.

Redaktur : Tim Media PCM Kesambi
Pengirim berita : Muryanto

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *