Pengajian Reboan Masjid Santun Muhammadiyah Bahas Keutamaan Melangkah ke Masjid dan Menunggu Shalat

CIREBON, 24 Juni 2026 – Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon kembali menggelar pengajian rutin Reboan pada Rabu malam (24/6/2026). Acara yang berlangsung dari usai shalat Maghrib hingga Isya ini menghadirkan penceramah Ustadz Agus Wahid, S.Ag. dengan tema utama tentang keutamaan melangkahkan kaki menuju masjid dan menunggu waktu shalat. Kajian ini dihadiri oleh jamaah dari berbagai kalangan yang antusias mendalami keutamaan amalan sehari-hari yang sering dianggap sederhana namun memiliki pahala besar di sisi Allah.

Landasan Al-Qur’an dan Hadits

Mengawali kajiannya, Ustadz Agus Wahid menyampaikan bahwa bersegera menuju masjid dan menjaga waktu shalat berjamaah adalah bagian dari keimanan seorang muslim. Beliau mengutip firman Allah dalam Surat Al-Jumu’ah ayat 9:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُوا۟ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Ayat ini menegaskan perintah untuk menyegerakan diri dalam ketaatan kepada Allah, baik dalam shalat Jumat maupun shalat lima waktu lainnya.

Keutamaan Langkah Kaki Menuju Masjid

Penceramah memaparkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَاتُهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

Artinya: “Siapa yang bersuci di rumahnya kemudian ia berjalan kaki menuju rumah Allah (masjid) untuk melaksanakan kewajiban shalat yang Allah wajibkan, maka langkah-langkahnya salah satunya menggugurkan dosa dan yang lainnya mengangkat derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ustadz Agus menjelaskan bahwa keutamaan ini memiliki beberapa syarat dan keistimewaan. Di antaranya adalah bahwa pahala besar ini diperoleh jika seseorang berangkat dari rumah dalam keadaan suci (berwudhu), berjalan dengan tujuan semata-mata untuk melaksanakan shalat berjamaah, dan setiap langkah kakinya akan mengangkat satu derajat serta menghapus satu dosa.

Masjid Jauh vs Masjid Dekat

Dalam kajiannya, Ustadz Agus juga membahas perbandingan antara orang yang rumahnya jauh dari masjid dengan yang dekat. Beliau menjelaskan bahwa orang yang jauh dari masjid memiliki keutamaan langkah kaki yang lebih banyak, sehingga pahala yang diperoleh lebih besar. Namun, orang yang dekat dengan masjid juga memiliki keistimewaan tersendiri, yaitu pahala menunggu waktu shalat (intidhor).

Beliau mengutip sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

وَإِنْ جَلَسَ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ وَصَلَاتُهُمْ عَلَيْهِ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ

Artinya: “Jika ia duduk untuk menunggu shalat, maka para malaikat akan bershalawat kepadanya, shalawat mereka kepadanya adalah dengan berdoa: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’”

Ustadz Agus menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan menunggu shalat (intidhor) adalah menunggu datangnya waktu shalat berikutnya. Seseorang yang telah selesai shalat kemudian tetap berada di masjid menunggu waktu shalat berikutnya, maka ia dicatat dalam keadaan shalat dan didoakan oleh para malaikat .

Keutamaan Menunggu Waktu Shalat

Penceramah melanjutkan dengan menjelaskan beberapa keutamaan orang yang menunggu waktu shalat di masjid:

  1. Dianggap tetap dalam keadaan shalat – Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلاةٍ مَا دَامَتِ الصَّلَاةُ تَحْبِسُهُ، لا يَمْنَعُهُ أَنْ يَنْقَلِبَ إِلَى أَهْلِهِ إِلاَّ الصَّلَاةُ

Artinya: “Seseorang di antara kamu tetap berada dalam keadaan shalat selama dia ditahan oleh shalat. Tidaklah ada yang mencegahnya untuk kembali kepada keluarganya kecuali shalat.” (Muttafaqun ‘alaih)

  1. Mendapatkan doa dari para malaikat – Malaikat senantiasa memohonkan ampun dan rahmat bagi orang yang menunggu shalat di masjid .
  2. Menghapus dosa dan mengangkat derajat – Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim .

Jalan Kaki atau Kendaraan?

Ustadz Agus juga membahas secara rinci tentang keutamaan jalan kaki dibandingkan menggunakan kendaraan untuk menuju masjid. Beliau menjelaskan bahwa jalan kaki lebih utama dalam beberapa kondisi:

  • Ketika masih kuat dan mampu berjalan
  • Jaraknya masih terjangkau
  • Waktunya masih luas (tidak khawatir tertinggal shalat)

Sementara menggunakan kendaraan lebih utama jika ada udzur seperti:

  • Sedang sakit atau kondisi fisik lemah
  • Sudah lanjut usia
  • Tempatnya sangat jauh
  • Waktu yang tersisa sempit (khawatir kehilangan shalat berjamaah)
  • Membonceng tetangga untuk shalat berjamaah

Beliau menambahkan bahwa dalam hadits, kata “al-masyyu” (berjalan) dapat dimaknai sebagai upaya untuk sampai ke masjid, baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan. Bahkan, jika menggunakan kendaraan, pahala tetap dihitung berdasarkan putaran roda sebagaimana dijelaskan oleh para ulama, di antaranya Syekh Ibnu Bas dalam perhitungan jarak langkah kaki .

Keutamaan Shalat Berjamaah

Mengenai pertanyaan tentang shalat sendirian di awal waktu atau shalat berjamaah namun tidak di awal waktu, Ustadz Agus menegaskan bahwa shalat berjamaah lebih afdhol, meskipun tidak diawal waktu atau harus menunggu imam yang datang terlambat. Hal ini berdasarkan keutamaan shalat berjamaah yang disebutkan dalam banyak hadits .

Penutup

Mengakhiri kajiannya, Ustadz Agus Wahid menyimpulkan dengan sebuah kaidah yang indah:

“Yang jauh dari masjid mendapat pahala langkah kaki, yang dekat masjid mendapatkan pahala menunggu waktu shalat.”

Kesimpulan ini menunjukkan bahwa setiap muslim yang memiliki niat baik dalam mendekatkan diri kepada Allah melalui masjid, baik yang jauh maupun yang dekat, tetap mendapatkan keutamaan yang besar. Yang terpenting adalah keikhlasan dan konsistensi dalam menjaga shalat berjamaah di masjid.

Pengajian Reboan ini menjadi salah satu program rutin Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi jamaah untuk lebih giat dalam memakmurkan masjid dan menjaga shalat berjamaah.

Peliput : Dakum, S.Pd. dan Tim Media Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 tanggapan untuk “Pengajian Reboan Masjid Santun Muhammadiyah Bahas Keutamaan Melangkah ke Masjid dan Menunggu Shalat”

  1. Avatar Uung Qurochtul'ain
    Uung Qurochtul’ain

    Terima kasih pencerahan nya pak Ustadz

  2. Avatar Erli
    Erli

    Alhamdulillah. Terimakasih ustadz ilmunya