KUNINGAN, Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Kwartir Daerah Kota Cirebon sukses menyelenggarakan kegiatan Orientasi Tunas Athfal. Acara yang berlangsung pada Sabtu, 26 Juni 2026, di Bumi Perkemahan Palutungan, Kabupaten Kuningan, ini diikuti oleh seluruh guru dari empat Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA), yakni TK ABA 1, TK ABA 2, TK ABA 3, dan TK ABA 4.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan para guru menjadi pembina Tunas Athfal yang berkualitas. Materi orientasi disampaikan oleh Ramanda Imron Fauzan Noor, seorang pembina ahli dari Kwartir Wilayah HW Jawa Barat. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya mengenalkan kepanduan HW di lingkungan TK ABA sebagai wadah pembentukan karakter anak sejak dini.

“Tunas Athfal adalah bagian integral dari upaya melatih anak-anak untuk menjadi cerdas, ceria, mandiri, dan kreatif. Di dalamnya, mereka dilatih melalui permainan-permainan yang menarik, menyenangkan, dan penuh tantangan, sehingga proses pendidikan karakter berjalan secara alami dan efektif,” ujar Ramanda Imron.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) HW Kota Cirebon, Fatimah, S.Ag., dan Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Cirebon, Retno Kuntjorowati, S.Pd. Keduanya sepakat bahwa pembinaan kepanduan adalah investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.

Dalam sambutannya, Fatimah, S.Ag., menyampaikan bahwa mendidik generasi muda adalah amanah mulia yang harus dilandasi dengan ilmu dan keteladanan. Ia mengutip firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an Surah At-Tahrim ayat 6:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Fatimah menegaskan, ayat ini menjadi landasan teologis yang kuat bagi setiap pendidik, bahwa tugas membina dan melindungi anak didik dari kerusakan akhlak adalah bagian dari menjaga amanah keluarga besar kemanusiaan.

Senada dengan hal itu, Retno Kuntjorowati, S.Pd., menggarisbawahi bahwa metode kepanduan sangat selaras dengan fitrah anak yang gemar bermain. Ia menukil sebuah hadits dari Rasulullah Subhanahu Wa Ta’ala tentang kasih sayang terhadap anak-anak:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: تُقَبِّلُونَ الصِّبْيَانَ؟ فَمَا نُقَبِّلُهُمْ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوَ أَمْلِكُ لَكَ أَنْ نَزَعَ اللَّهُ مِنْ قَلْبِكَ الرَّحْمَةَ
Artinya: “Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Seorang Arab Badui datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Apakah kalian mencium anak-anak kecil? Kami tidak mencium mereka.’ Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Apakah aku mampu berbuat sesuatu jika Allah telah mencabut rasa sayang dari hatimu?’” (HR. Bukhari dan Muslim).
“Melalui Tunas Athfal, kita menanamkan tidak hanya keterampilan, tetapi yang utama adalah kasih sayang dan rahmat, sehingga anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat, ceria, dan berakhlak mulia. Inilah inti dari pendidikan kita,” tutur Retno.
Kegiatan yang berlangsung penuh semangat ini diakhiri dengan sesi praktik permainan kepanduan. Bumi Perkemahan Palutungan yang sejuk menjadi saksi antusiasme para guru TK ABA yang kelak akan mengimplementasikan ilmunya untuk membentuk generasi Qur’ani yang tangguh dan berkarakter melalui Tunas Athfal.
Peliput : Efa Nz, dan Tim Media PDA Kota Cirebon


Tinggalkan Balasan