Malang, 10 Oktober 2026 — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si., membuka secara resmi Akademi Jurnalistik Muhammadiyah (AJM) #4 yang diselenggarakan di Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah Gondanglegi, Malang, pada 10–11 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai sekolah Muhammadiyah di Jawa Timur dengan tema “Optimalisasi Kehumasan Sekolah untuk Branding Pendidikan Berkemajuan Berbasis Jurnalistik.”
Dalam sambutannya, Prof. Dadang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan yang dinilainya sebagai langkah strategis dalam memperkuat kapasitas komunikasi publik satuan pendidikan Muhammadiyah. Menurutnya, banyak sekolah Muhammadiyah yang memiliki program unggulan, prestasi akademik maupun nonakademik, serta inovasi pembelajaran yang luar biasa, namun kurang dikenal masyarakat luas karena tidak terdokumentasi dan dipublikasikan dengan baik.

“Di sinilah pentingnya kehumasan sekolah yang dikelola secara profesional dan berbasis jurnalistik. Kehumasan bukan sekadar kegiatan publikasi ataupun promosi, melainkan proses membangun kepercayaan publik, memperkuat reputasi institusi, dan menghadirkan narasi pendidikan yang mencerahkan masyarakat,” ujar Guru Besar Sosiologi Agama ini.
Prof. Dadang menegaskan bahwa jurnalistik memiliki kedudukan istimewa dalam perspektif Islam. Allah Subhanahu Wa Ta’ala, berfirman dalam Al-Qur’an:
الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ
Allażī ‘allama bil-qalam
“Yang mengajar (manusia) dengan pena.” (QS. Al-‘Alaq [96]: 4)
Ayat ini, menurut para mufasir, menegaskan bahwa Allah mengajarkan manusia menulis dengan perantaraan pena atau alat tulis lain. Tulisan berguna untuk menyimpan dan menyebarkan pesan serta ilmu pengetahuan kepada orang lain. Dengan kemampuan tulis-baca, manusia dapat mengembangkan ilmu dan mencerdaskan peradaban.
Tidak hanya Al-Qur’an, Rasulullah ﷺ juga menganjurkan umatnya untuk mengikat ilmu dengan tulisan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra., Nabi ﷺ bersabda:
قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ
Qayyidul ‘ilma bil-kitāb
“Ikatlah ilmu dengan menulis.”
Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya tradisi menulis dalam menjaga dan menyebarkan ilmu. Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa perintah ini jelas dan ulama telah berijma’ tentang bolehnya menulis ilmu, bahkan hukumnya dianjurkan.
Dalam perspektif Muhammadiyah, Prof. Dadang menegaskan bahwa jurnalistik memiliki fungsi dakwah, edukasi, dan transformasi sosial. “Dakwah dapat dilakukan melalui lisan, tindakan, dan tulisan. Jurnalisme adalah salah satu cara dakwah yang sangat efektif,” tuturnya, sebagaimana pernah disampaikannya dalam forum serupa.

Ia berharap Akademi Jurnalistik Muhammadiyah ini mampu melahirkan para pengelola humas, guru, dan kader jurnalistik sekolah yang memiliki lima kompetensi utama. Pertama, kemampuan menulis dan mengemas informasi secara menarik, akurat, dan berimbang. Kedua, kemampuan memanfaatkan media digital dan media sosial secara produktif dan bertanggung jawab. Ketiga, kemampuan membangun citra institusi yang berlandaskan fakta, prestasi, dan integritas. Keempat, kemampuan menjadikan media sekolah sebagai sarana dakwah Islam berkemajuan yang mencerahkan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kelima, kemampuan melawan hoaks, disinformasi, dan konten yang merusak nilai pendidikan melalui karya jurnalistik yang berkualitas.
Muhammadiyah, lanjut Prof. Dadang, sejak awal berdirinya merupakan gerakan yang sangat dekat dengan dunia literasi dan publikasi. Kemajuan Muhammadiyah tidak dapat dipisahkan dari tradisi menulis, membaca, berdialog, dan menyampaikan gagasan kepada masyarakat. Karena itu, penguatan jurnalistik sekolah merupakan bagian dari revitalisasi tradisi intelektual Muhammadiyah yang telah diwariskan para pendiri persyarikatan.
“Saya berharap setiap sekolah Muhammadiyah ke depan memiliki tim kehumasan yang aktif, media sekolah yang hidup, dokumentasi yang baik, serta kemampuan membangun komunikasi publik yang efektif. Dengan demikian, masyarakat semakin mengenal kualitas pendidikan Muhammadiyah dan semakin percaya bahwa sekolah Muhammadiyah adalah pilihan terbaik untuk melahirkan generasi Islam yang unggul, berkarakter, berilmu, dan berkemajuan,” pungkasnya.
Kegiatan AJM #4 ini terselenggara atas kerja sama Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) dengan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sebelumnya, AJM juga telah digelar di berbagai lokasi, termasuk di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada November 2024 yang diikuti puluhan peserta dari media afiliasi Muhammadiyah seluruh Indonesia.
Reporter: Kelik


Tinggalkan Balasan