MASJID Ad-Dien UMMADA Kalitanjung pada hari Jumat ini (23/10) menggelar ibadah salat Jumat dengan khidmat. Bertindak selaku imam sekaligus khatib, Ustadz Assoc. Prof. Dr. KH. Toto Santi Aji, M.Ag., menyampaikan materi khutbah yang mendalam mengenai pentingnya penjiwaan dalam tadarus Al-Qur’an.
Dalam khutbahnya, Ustadz Toto Santi Aji menekankan bahwa interaksi dengan Al-Qur’an tidak boleh berhenti pada aspek teknis semata. “Membaca Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan memperbaiki tajwid, makhraj, atau sekadar menghafalnya. Lebih dari itu, kita harus berusaha mengikuti arti dan maknanya agar nilai-nilai ayat tersebut tertanam kuat dalam hati,” ujarnya di hadapan para jamaah.
Beliau mengutip firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 121 untuk menegaskan hal ini:
الَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَتْلُوْنَهٗ حَقَّ تِلَاوَتِهٖ ۗ اُولٰۤىِٕكَ يُؤْمِنُوْنَ بِهٖ ۗ
“Orang-orang yang telah Kami beri kitab suci, mereka membacanya sebagaimana mestinya, itulah orang-orang yang beriman padanya.” (QS. Al-Baqarah: 121)
Ustadz Toto menjelaskan bahwa “membaca dengan sebenarnya” mencakup upaya menghadirkan hati dan memahami makna, sehingga cara baca yang demikian akan mengantarkan seseorang pada keimanan yang baik.
Lebih lanjut, beliau menyoroti pentingnya interaksi antara ayat Al-Qur’an dengan hati. Ketika hati tersentuh, lanjutnya, akan muncul reaksi jiwa yang khas. Beliau merujuk pada beberapa ayat Al-Qur’an yang menggambarkan respons emosional ini, di antaranya Surah Al-Ma’idah ayat 83 tentang mata yang bercucuran air mata:
وَاِذَا سَمِعُوْا مَآ اُنْزِلَ اِلَى الرَّسُوْلِ تَرٰٓى اَعْيُنَهُمْ تَفِيْضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوْا مِنَ الْحَقِّۚ
“Apabila mereka mendengar sesuatu (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul, engkau melihat mata mereka bercucuran air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui.” (QS. Al-Ma’idah: 83)
Selain itu, beliau juga mengutip Surah Maryam ayat 58 yang menggambarkan para nabi yang tersungkur dan menangis saat dibacakan ayat-ayat Allah:
اِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ اٰيٰتُ الرَّحْمٰنِ خَرُّوْا سُجَّدًا وَّبُكِيًّا
“Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih, mereka menyungkur sujud dan menangis.” (QS. Maryam: 58)
serta Surah Az-Zumar ayat 23 tentang kulit yang bergetar:
تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُوْدُ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِيْنُ جُلُوْدُهُمْ وَقُلُوْبُهُمْ اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ
“Gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah.” (QS. Az-Zumar: 23)
Ustadz Toto menyampaikan bahwa reaksi-reaksi tersebut adalah idealnya. Namun, jika seorang mukmin belum mampu mencapai tahap tersebut, paling tidak ia dapat merasakan makna-makna singkat dari ayat yang dibaca sehingga dapat menggugah hati dan meresap dalam jiwa. “Atau paling tidak, ada sentuhan hati pada saat membaca atau mendengar ayat-ayat Al-Qur’an,” tambahnya.
Sebagai penutup, beliau memberikan perumpamaan yang menyentuh. “Orang membaca novel atau cerpen, yang merupakan buatan manusia, saja bisa tersentuh hatinya—sedih, gembira, tegang, dan sebagainya. Apalagi membaca Al-Qur’an yang merupakan ciptaan Allah, tentunya akan jauh lebih dahsyat lagi sentuhannya bagi jiwa,” pungkas Ustadz Toto.
Salat Jumat di Masjid Ad-Dien UMMADA Kalitanjung berlangsung tertib dan khusyuk. Para jamaah tampak menyimak dengan saksama pesan-pesan spiritual yang disampaikan, diakhiri dengan doa untuk kebaikan umat dan bangsa. (*)
Peliput : Fahyudin


Kirim Tanggapan