Perkuat Fondasi Spiritual Pekerja Migran, MPM PP Muhammadiyah Gelar Kajian Keagamaan di Cirebon

·

Editor:

|

3 menit

|

📋

Dibaca: 17 x

MAJELIS Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Pengajian Keagamaan Keluarga Migran Sakinah di Desa Muara, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon (20/9/26). Kegiatan yang diinisiasi komunitas Sahabat Migran Berkemajuan (Saranmu) Cirebon bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Suranenggala ini mengangkat tema “Perlindungan Sosial Keagamaan bagi Pekerja Migran” sebagai langkah konkret membangun fondasi spiritual dan sosial bagi keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Fasilitator MPM PP Muhammadiyah, Ahsan Taqwim A, menegaskan bahwa Cirebon merupakan salah satu wilayah basis PMI terbesar. Oleh karena itu, MPM menghadirkan pendekatan pendampingan yang komprehensif dan terstruktur dari hulu hingga hilir. Pendekatan tersebut mencakup tiga tahap: sebelum keberangkatan, selama masa kerja, hingga saat purna migran.

“MPM bergerak mendampingi komunitas migran melalui pemberdayaan kelompok mustadh’afin. Pada tahap pra-keberangkatan, calon PMI dibekali dengan pelatihan kompetensi, edukasi jalur legal, serta pembinaan keagamaan agar memiliki kesiapan spiritual dan mental,” ujar Ahsan dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pada tahap pelaksanaan di negara tujuan, MPM memfokuskan pada pendampingan serta advokasi hukum. Sementara pada tahap purna migran, pendampingan diarahkan pada tata kelola ekonomi keluarga agar hasil kerja dapat memberikan dampak berkelanjutan. “Pendampingan ini tidak hanya terpusat pada pekerja migran yang berangkat, tetapi juga mencakup perlindungan dan pembinaan bagi anak serta keluarga yang ditinggalkan di tanah air,” tambah Ahsan.

Ketua PCM Suranenggala, Warjo, menyambut baik langkah MPM PP Muhammadiyah. Menurutnya, penguatan spiritual sangat dibutuhkan agar para pekerja migran memiliki benteng moral yang kuat selama bekerja di luar negeri. “Selain kegiatan sosial dan ekonomi, kegiatan keagamaan ini sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai keislaman. Harapannya, selama bekerja di luar negeri, mereka tetap ingat pada fondasi agama yang telah dibangun,” ungkap Warjo.

Dalam kajian utama, Ustaz Dr. Amin Basir memaparkan edukasi penguatan dimensi religiusitas dan langkah-langkah praktis mewujudkan Keluarga Sakinah Migran. Ia menekankan bahwa bekerja di perantauan merupakan bagian dari ikhtiar mencari rezeki yang halal, namun tetap harus diiringi dengan ketakwaan dan perlindungan diri dari hal-hal yang dilarang agama.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Mulk ayat 15:

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِن رِّزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

“Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. Al-Mulk: 15).

Ayat ini menjadi pengingat bahwa merantau untuk mencari rezeki adalah bagian dari perintah Allah, namun tetap harus disertai dengan kesadaran bahwa segala sesuatu akan kembali kepada-Nya. Karena itu, bekal iman dan takwa menjadi kunci utama agar pekerja migran tetap terjaga dari pengaruh negatif selama berada di negeri orang.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam juga bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ

“Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda, ‘Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan memberikan ujian (cobaan) kepadanya.’” (HR. Muslim).

Hadis ini memberikan pesan bahwa setiap ujian dan tantangan yang dihadapi pekerja migran di perantauan, jika dihadapi dengan sabar dan iman, akan menjadi jalan kebaikan dan peningkatan derajat di sisi Allah. Pembinaan keagamaan seperti yang dilakukan MPM PP Muhammadiyah menjadi sarana untuk memperkuat ketahanan spiritual tersebut.

Acara berlangsung hangat dan dipenuhi antusiasme dari para peserta yang terdiri dari jajaran pengurus PCM, PCA, serta Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) se-Kecamatan Suranenggala. Ke depannya, PCM Suranenggala berkomitmen untuk rutin menggelar agenda serupa sebagai ajang silaturahmi dan wadah pembinaan warga. (“)


Peliput : Arief Ariyanto dan Tim Media PCM Suranenggala.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *