SDIT Muhammadiyah Harjamukti Kota Cirebon menyelenggarakan Seminar Parenting dengan tema “Satu Hati, Satu Langkah, Satu Harapan” pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan menguatkan sinergi antara orang tua dan guru dalam mengantarkan anak menuju masa depan yang gemilang.
Seminar menghadirkan Canina Yustisia Dwi Lestari, M.Psi., Psikolog., sebagai pemateri. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi yang harmonis antara keluarga dan sekolah sebagai fondasi pendidikan anak. Menurutnya, orang tua dan guru merupakan dua pilar utama yang harus berjalan seiring dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik. Ia juga mengingatkan bahwa anak-anak membutuhkan konsistensi nilai antara di rumah dan di sekolah, sebab ketidakselarasan pesan justru dapat membuat anak kebingungan dan kehilangan arah. Karena itu, komunikasi yang terbuka, saling percaya, dan saling mendukung antara orang tua dan guru menjadi kunci utama dalam membentuk karakter anak yang tangguh, mandiri, serta memiliki kesiapan menghadapi tantangan zaman.

Tampak hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Cirebon, Dien Yani Arief, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Harjamukti Kota Cirebon, H. Yandi Heryandi, M.Pd., serta Kepala SDIT Muhammadiyah Harjamukti Kota Cirebon, Encup Supriatna, S.Pd.
Dalam sambutannya, Dien Yani Arief mengapresiasi inisiatif sekolah dalam menyelenggarakan seminar parenting. Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi orang tua dan guru untuk terus memperkuat komunikasi dan kerja sama dalam mendidik anak.

Sementara itu, Kepala SDIT Muhammadiyah Harjamukti, Encup Supriatna, S.Pd., menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk melibatkan orang tua secara aktif dalam proses pendidikan. “Pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi merupakan amanah bersama antara orang tua dan guru,” ujarnya.
Landasan Keislaman Sinergi Orang Tua dan Guru
Semangat sinergi dalam mendidik anak sejalan dengan tuntunan Al-Qur’an. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah At-Tahrim ayat 6:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”
Ayat ini menegaskan bahwa tanggung jawab pendidikan dan pembinaan karakter anak merupakan kewajiban bersama, terutama bagi orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga.
Hal senada juga ditegaskan dalam hadis Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.”

Hadis ini menjadi pengingat bahwa orang tua, guru, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan anak memikul amanah yang akan dipertanggungjawabkan. Sinergi yang kuat antara rumah dan sekolah menjadi kunci dalam membentuk generasi yang berkarakter, berilmu, dan berakhlak mulia.
Melalui seminar parenting ini, SDIT Muhammadiyah Harjamukti Kota Cirebon berharap dapat terus membangun komunikasi yang efektif antara orang tua dan guru, sehingga pendidikan anak dapat berjalan selaras antara nilai yang ditanamkan di rumah dan di sekolah. Tema “Satu Hati, Satu Langkah, Satu Harapan” menjadi refleksi bahwa keberhasilan pendidikan anak membutuhkan kesatuan visi, gerak bersama, dan harapan yang sama untuk masa depan generasi penerus. (*)
Peliput : Rifda


Kirim Tanggapan